Lombok Tengah,— Pemerintah Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, menggelar kegiatan bertajuk “Ngaji Budaya” dengan tema “Pengelolaan Potensi Budaya dan Sumber Daya Alam untuk Pejanggik Makmur Mendunia”, pada Rabu malam (16/4), yang dipusatkan di Lapangan Futsal Lumba-lumba, Dusun Karang Kedaton.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menggali dan menguatkan potensi budaya, sejarah, seni, dan spiritualitas sebagai pondasi pengembangan Desa Wisata yang berkelanjutan. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Pejanggik H. Ahmad Nusilah, Camat Praya Tengah Lalu M. Sholeh, S.Sos, serta pemerhati desa wisata nasional dan Founder Indonesia Respon, Herry Marjanto, yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Lombok Tengah.
Dalam sambutannya, H. Ahmad Nusilah menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif terhadap kekayaan lokal yang belum tergarap optimal. “Desa Pejanggik memiliki jejak sejarah, seni, dan nilai religius yang sangat potensial menjadi daya tarik wisata kelas dunia. Kuncinya adalah pengelolaan yang terarah dan inklusif,” ujarnya.
Acara Ngaji Budaya dikemas dalam bentuk dialog dan tausiyah, serta diisi dengan diskusi partisipatif antara tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan pemangku kebijakan desa.
Dalam paparannya, Herry Marjanto menekankan pentingnya membangun identitas desa berbasis kearifan lokal. “Pejanggik adalah pusat peradaban lokal. Sudah saatnya potensi ini dibangkitkan dalam wajah baru desa wisata yang berakar pada nilai-nilai budaya sendiri, bukan sekadar meniru daerah lain,” tegasnya.
Rekomendasi Strategis Hasil Ngaji Budaya:
Dari hasil diskusi, disepakati sebelas poin strategis sebagai langkah tindak lanjut:
1. Pembentukan Tim Penggerak Desa Wisata Pejanggik dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
2. Pemetaan potensi budaya, sejarah, dan sumber daya alam secara partisipatif.
3. Pembentukan komunitas peduli situs sejarah dan lingkungan bersih.
4. Pelibatan mentor/konsultan dalam perencanaan dan pelaksanaan desa wisata.
5. Peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan edukasi.
6. Penguatan branding dan narasi budaya Pejanggik.
7. Strategi pemasaran digital melalui media sosial dan influencer lokal.
8. Pengembangan infrastruktur penunjang wisata.
9. Pelestarian tradisi serta regenerasi budaya lokal di kalangan generasi muda.
10. Sinergi aktif dengan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta.
11. Penyusunan grand design dan roadmap pengembangan Desa Wisata Pejanggik secara terpadu.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, yang mempererat semangat kolaborasi dan komitmen untuk mewujudkan Pejanggik sebagai desa wisata berkelas dunia.
Baca : Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani Perkuat Kemitraan dengan Kejaksaan Negeri Praya
Camat Praya Tengah, Lalu M. Sholeh, dalam penutupannya menyampaikan, “Ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah awal nyata menuju Pejanggik yang lebih maju, bersih, berbudaya, dan mendunia.” || Adit

