
Lombok Timur, Corong Rakyat – Melihat banyaknya masyarakat terutama balita di Desa Moyot Kecamatan Sakra yang mengalami nasib penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) membuat keperihatinan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial “ Jihadul Insan “( LKS- JI ) Dusun Karang Baru Desa Moyot Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur, Hal itu di buktikan dengan di berikannya santunan sembako kepada anak terlantar dan anak cacat.
Pembagian santunan sembako yang di lakukan hari Jum’at (13/11/2015) ini di laksanakan di Sekret LKS-JI dengan membagikan beras 10 kg, susu 1 kotak, kebutuhan sekolah, nutrisi dan perlengkapan sandang kepada balita terlantar 10 orang, anak terlantar 30 orang, anak cacat 15 orang dan anak yang memerlukan perhatian khusus atau korban pelecehan seksual sebanyak 5 orang, sehingga keseluruhannya berjumlah 60 orang penerima.
Rosmawati ,S.Pd selaku ketua lembaga mengungkapkan bahwa pemberian sembako bagi para balita dan anak- anak yang mengalami nasib kurang beruntung ini merupakan program yang terus di galangkan lembaganya guna memberi perhatian kepada anak- anak generasi penerus bangsa indonesia tercinta
“ Kami dari lembaga memberikan bantuan sembako kepada anak terlantar dan cacat, ini merupakan program untuk membantu anak- anak yang kurang beruntung guna memenuhi kebutuhan hidupnya yang lebih baik, baik dari kebutuhan sekolah, nutrisi maupun perlengkapan sandangnya,” ungkap Rosmawati.
Di tambahkanya bahwa lembaga memberikan dalam jenis sembako bukan uang yang di berikan selama tiga kali dalam satu tahun, agar nantinya apa yang di berikan tepat sasaran kepada anak yang membutuhkan
“ Kita tidak berikan dia uang melainkan barang yang menjadi kebutuhan hidup anak tersebut, karna takutnya nanti jika kita berikan uang malah orang tua atau walinya menggunakannya di tempat yang lain,” tambahnya
Sementara itu Ridwan Rizki Asasaki selaku konsultan lembaga dan juga aktif di GP Ansor Lombok Timur mengungkapkan bahwa program- program sosial terus di galangkan oleh lembaga, yang tidak hanya di tataran anak- anak saja, melainkan sampai di tingkat lanjut usia.
“ program sosial yang kami lakukan tidak hanya anak terlantar dan anak cacat, namun kami juga memberikan santunan kepada para masyarakat yang sudah lanjut usia, namun bedanya dengan yang anak- anak dimana kalau yang lanjut usia kami langsung turun ke lapangan tiga sampai empat kali dalam satu minggu guna untuk melihat kondisi dan memberikan kebutuhan hidup seperti beras bahkan kasur kepada para lansia,” terangnya
Di tambahkan Rizki, dimana lembaga LKS- JI terus mengontrol 30 orang lanjut usia dengan turun ke rumah masyarakat minimal 40 kali dalam satu tahun, guna untuk melihat kondisi kesehatan dan melihat kebutuhan yang perlu diberikan kepada masyarakat lanjut usia (Met)

