
Lombok Timur, Corong Rakyat – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jum’at (30/10/2015) gelar unjuk rassa didepan kantor PLN Cabang Selong, Kabupaten Lombok Timur.
Dalam orasinya, Puluhan Massa PMII yang di Kordinatori oleh Fahrurrozi dan Muhyi Abidin ini menuntut kepada pihak-pihak terkait untuk dapat mengevaluasi kinerja PLN selama ini, serta dapat memperjelas sampai kapan Lombok Timur mengalami musibah pemadaman listrik.
Beberapa upaya yang tengah dilakukan oleh PLN seolah-olah tidak menunjukan akuntabelnya, mengingat belakangan ini hampir di seluruh NTB dan khususnya di Lombok Timur pemadaman bergilir tidak bisa terelakkan.
Persoalan seringnya terjadi pemadaman tersebut kemudian dinilai oleh Massa PMII banyak menyebabkan kerugian yang di alami oleh masyarakat kecil, terutama bagi para pedagang yang memang membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankan usahanya.
Tidak hanya itu saja, saat ini sudah banyak masyarakat yang mulai mengeluh atas kerusakan elektronik akibat kebijakan buruk PLN yang kerap melakukan pemadaman tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu secara meluas kepada masyarakat.
“Lantas kalau sudah seperti ini kejadiannya siapa yang hendak bertanggung jawab atas kerusakan alat-alat kebutuhan rumah tangga masyarakat tersebut,” teriaknya
Selain itu Massa PMII ini juga menilai, saat ini kepercayaan masyarakat terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) di NTB telah mulai menipis yang artinya masyarakat sudah merasa krisis kepercayaan terhadap PLN.
Oleh karenanya PLN sangat diharapkan, agar kejadian 2009 tidak terulang kembali di Lotim, diharapkan ada upaya yang dilakukan untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat secara luas, meskipun PLN selama ini dinilai telah melakukan imbauan melalui media lokal tertentu saja, akan tetapi himbauan yang dilakukan tersebut belum tentu terjangkau oleh masyarakat awam.
“Kegagalan PLN dalam upaya pelayanan kepada masyarakat benar-benar gagal,” katanya sembari mengharapkan Manager PT. PLN yang ada di Lotim Nanag Prayitno untuk angkat kaki dari Lotim.
Ditempat terpisah, pihak Manager PT. PLN rayon selong yang hendak di konfirmasi wartawan terkait dengan aksi massa tersebut tidak dapat ditemui dikantornya. (Ari)

