Posyandu kelurga di targetkan ahir dari tahun 2020 ini 30% dari total jumlah posyandu yang ada di Lombok Timur bisa menjadi posyandu keluarga. Saat ini Lombok Timur mempunyai 1.850 posyandu dengan jumlah 74 sampai 75% yang aktif , sekitar 600 posyandu yang sudah menjadi posyandu keluarga dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Posyandu keluarga terobosan dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan, dengan pendekatan keluarga yang melaksanakan kegiatan secara rutin tiap bulan, dengan cakupan 5 Program utama (KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan Diare), dan ditambah integrasi program dari lintas sektor, yaitu Kelas Remaja, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja (PUP), program Keluarga Sakinah, Ketahanan Pangan, Pertanian serta peran aktif Tokoh Agama (Dai Kesehatan) serta instansi yang dalam upaya mensinergikan program di SKPD terkait.
Dinas kesehatan Lombok Timur menggeler pertemuan penguatan posyandu menuju posyandu keluarga dengan pemberdayaan masyarakat tingkat kabupaten yang berlangsung di Aula PMI Cabang Selong yang dihadiri staf khusus Bupati Lombok Timur dan Lintas sektoral, Kamis 27/11/2020.
Dikes Lotim melalui Kabid kesehatan masyarakat, Dokter. Sofiati Djamilah, M.kes menuturkan, Penguatan kembali rencana posyandu tingkat kabupaten untuk penguatan posyandu keluarga yang latar belakangnya adalah visi dan misi sesuai dengan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023 yang menargetkan pada tahun 2023 seluruh posyandu yang ada di wilayah NTB menjadi posyandu keluarga seluruhnya.
Sofiati menambahakan,sedangkan untuk Lombok Timur Sendiri, Posyandu kelurga di targetkan ahir dari tahun 2020 ini 30% dari total jumlah posyandu yang ada di Lombok Timur bisa menjadi posyandu keluarga. Saat ini Lombok Timur mempunyai 1.850 posyandu dengan jumlah 74 sampai 75% yang aktif .
“Dari jumlah itu, yang sudah ada SK jadi posyandu keluarga sekitar 289 dan target kami nanti di tahun 2021 50 % dari jumlah itu menjadi posyandu dan tahun 2023 sama target kita dengan provinsi yaitu 100 % bisa menjadi posyandu keluarga,” Ujarnya.
Masih kata Sofia,tujuan kegitan ini seperti yang diketahui bahwa pokja posyandu adalah kelompok kerja posyandu yang komponen nya semua lintas sektpral dan program yang terkait dengan posyandu yang dikordinasi oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa .Adapun untuk kegiatan ini sendiri bertujuan untuk menguatkan komitmen semua yang terlibat di pokja posyandu untuk merevitalisasi kembali posiyandu.
“Revitaliasi yang kami maksud adalah posyandu tidak aktif menjad aktif , menaikkan strata posyandu dan posyandu konpensional menjadi posyandu keluarga,” Imbuhnya.
Menurut Sofia kegiatan ini sudah sering dilakukan. setiap tahun selalu diagendakan kegiatan seperti ini,sedangkan untuk tahun ini baru bisa dilaksanakn pada ahir tahun karena bulan bulan sebelumnya ada pembatasan pertemuan tatap muka karena pandemi.
“Progress posyandu keluarga sejauh ini cukup baik kalau di tingkat provinsi komando nya di pimpin oleh ibu Wagub NTB dan sudah sampai kita di Lombok Timur. untuk sejauh ini ada sekitar 600 posyandu yang sudah menjadi posyandu keluarga dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” Tungkasnya.
Sofiati berharap, seperti tujuan kegiatan ini yaitu terbangun nya komitmen diantara semua pemangku kepentingan pokjanal posyandu yakni, terbangunnya komitmen kuat untuk lebih berperan akitif, bersama berikhtiar dan bekerja untuk mewujudkan target.
“Oleh karenany masyarakat dan lintas sektoral diharapkan harus terlibat, karena seperti yang kita tau Posyandu adalah salah satu bagian dari upaya kesehatan berbasis masyarakat. Posyandun bukan milik siapa siapa tetapi milik masyarakat,” Tutupnya. (cr-wenk).

