Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur (Lotim) lakukan loby ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna optimalisasi 20 pendaftar di 3 formasi yang kosong pendaftar, sehingga diisi oleh pendaftar lain yang linier di formasi yang berbeda.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kepala BKPSDM Lotim, Salmun Rahman menyampaikan dari 482 formasi CPNS yang diberikan pemerintah pusat kepada Lotim terdapat 10 formasi yang tidak ada pendaftar.
“Kita mendapatkan kuota 482 CPNS dari pusat. Dari 482 itu ada 10 yang sama sekali tidak ada pendaftarnya 7 dokter gigi, 2 arsiparis dan 1 elektromedic, sisanya 472 formasi,” katanya, Senin (09/11/2020).
Dari perebutan 472 formasi yang tersedia itu, hanya 452 pendaftar yang memenuhi syarat pasing grade, sementara 20 pendaftar tidak memenuhi, sehingga yang dinyatakan lulus sesuai syarat hanya 452 pendaftar.
“Dari 472 itu ada 20 orang pendaftar yang tidak memenuhi syarat pasing grade di formasi itu, sehingga yang lulus 452 pendaftar,” ucapnya.
Terkait itu, BKPSDM melakukan upaya loby ke pemerintah pusat agar semua formasi yang ada terisi oleh pendaftar, namun hanya 18 pendaftar yang bisa dilakukan optimalisasi, sedangkan 2 sisanya tidak bisa, karena 2 pendaftar itu tidak linier pendidikannya dengan formasi yang tersedia.
“Tanggal 23 Oktober kita ke Jakarta untuk mengikuti konsolidasi integrasi nilai SKD-SKB. Nah disitulah kami minta kepastian agar formasi bisa dioptimalkan di Kemenpan-RB dan BKN. Alhamdulilah 18 orang bisa kita optimalisasikan, diganti dengan pendaftar di formasi yang lain dengan catatan itu linier,” ulasnya.
Adapun 18 pendaftar yang dioptimalisasi itu berasal dari 3 formasi, yaitu guru, arsiparis dan sanitarian. “Adapun 18 pendaftar itu di tiga formasi yaitu guru, arsiparis,
dan sanitarian, dengan rincian 10 untuk guru kelas, 1 untuk guru agama, 2 guru penjaskes, 2 dokter, 1 perekam medis dan 2 sanitarian. Totalnya 18,” imbuhnya.
Sementara untuk 2 sisa pendaftar yang tidak bisa dilakukan upaya optimalisasi itu berasal dari formasi perikanan dan dukcapil. (Cr-Pin)





