Belajar Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan Guru SMPN 1 Montong Gading

SMPN 1 Montong Gading mengupayakan sejumlah cara untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar dalam situasi covid-19 dengan mendatangi anak-anak didik.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id– Pandemi COVID-19 memaksa hampir semua orang beradaptasi dalam situasi krisis yang kompleks. Lebih-lebih di bidang pendidikan, anak didik dan guru harus belajar dan mengajar jarak jauh dari rumah dikarenkan gedung sekolah ditutup seperti yang dialami oleh pihak SMPN 1 Montong Gading.

kepala sekolah SMPN 1 Montong Gading Suaedi, S.Pd menuturkan, dalam situasi seperti ini, aktivitas belajar mengajar jarak jauh tidak bisa selalu berjalan sesuai dengan
keinginan. Tidak setiap keluarga atau tempat punya handphone/Hp dan akses internet. Anak-anak di
rumah bisa lupa dengan belajar. kecamatan Montong Gading di Kabupaten Lombok Timur salah satu wilayah yang mengalami masalah demikian.

“Kami hawatir anak-anak tidak belajar selama pandemi. Mereka asyik dengan bermain dan lupa dengan belajar. Apalagi kemampuan orangtua dalam memberikan motivasi dan materi pembelajaran
itu terbatas. Di sini, daripada anak-anak libur tanpa kegiatan, mereka diajak orangtua bertani atau yang lainnya,” Paparnya.

Suaedi, S.Pd. Selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Montong Gading dan rekan guru-guru yang lain mengupayakan sejumlah cara untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar dalam situasi krisis
tersebut. Upaya pertama yang dilakukan adalah membuat pembelajaran dengan mendatangi anak-anak didik yang ada
di Kecamatan Montong Gading atau yang disebut dengan GURU KUNJUNG.

Masih kata Suaedi, Berdasarkan himbauan Sejak Maret 2020, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur sudah mengeluarkan arahan agar guru-guru sekolah mengunjungi siswa mereka dari pintu ke pintu, terutama mereka yang tidak memiliki kemampuan ekonomi cukup untuk
belajar jarak jauh. Tetapi pada awalnya, sebagian besar kunjungan ini sebatas mengantarkan tugas
tertulis atau lembar ujian, dan bukan mengadakan aktivitas belajar bersama. Terlebih lagi, tidak semua
guru bisa melakukan kunjungan selama pandemi.

“Kami bersama guru-guru yang lain membuat sinergi antara JBM dengan kebijakan dari dinas pendidikan
terkait kunjungan guru. Untuk berkunjung ke rumah-rumah siswa dan melakukan kegiatan belajar mengajar dalam kelompok kecil. Satu kelompok berisi maksimal empat siswa yang rumahnya
berdekatan,” Terangnya.

Sementara Ketua komite SMPN 1 Montong Gading Dian Asmara Desa S.Pd menambahkan bahwa proses pembelajaran ditengah wabah pandemi covid tidak boleh terhenti tetapi harus tetap berjalan dengan aturan-aturan protokol kesehatan yg sudah ditetapkan pemerintah. Tujuan bagus tetapi metode salah bisa berbuah fatal jadi pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran bisa jadi alternatif maski masih terkendala.

“Tidak semua siswa memiliki fasilitas HP android maka kunjungan belajar dan penugasan untuk dikerjakan dirumah bisa menjadi problem solving,” Imbuh Dian. (Cr-Wenk).