20 Ribu KK Belum Dibagi, Paket Bansos di Pesan Sesuai KK

Tidak sedikit Kepala Desa di Kabupaten Lombok Timur yang mengeluhkan data penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS).

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Dari sekian banyak bantuan yang akan di salurkan baik dari pemerintah pusat hingga Desa terkendala oleh banyaknya masyarakat yang belum punya KK dan belum terkoneksi di Dukcapil.

Menanggapi hal tersebut Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur H. M. Juani Taofik menegaskan bahwa Bupati Lombok Timur sudah menugaskannya sebagai koordinator dalam pelaksanaan Jaring Pengaman sosial ini.

“Memang kondisi Kita sama-sama sulit di tengah harapan masyarakat dan tekanan regulasi yang ada, dimana regulasi mengkhendaki seluruh Penerima JPS tidak boleh double dan harus dibuktikan dengan no Kartu Keluarga,” Ujar Juaini ketika di konfirmasi corongrakyat via WhatsApp. 27/04.

Juaini menambahkan, pada tanggal 27/04/2020, dirinya mendapat laporan dari Kadis Dukcapil bahwa ada sekitar 20 ribuan KK yg sudah jadi tapi belum dibagi ke yang punya atau warga, dan tentu dapat dipakai sebagai dasar dalam pemberian JPS.

“Sampai tadi sore sudah ada 150an desa yg sudah selesai byname by adressnya untuk paket Sembako Kabupaten,” Benernya.

Masih kata Juaini, Mengingat kontrak pengadaan Sembako harus disegerakan, maka Kami memesan dulu sejumlah 70 ribu paket berdasarkan data dari dukcapil, tentu dengan pendekatan KK bukan seorang warga.

Lebih jauh Sekda mengatakan, jika dalam tahap pertama ini, Pemkab belum dapat mengakomodir seluruh usulan dari masing-masing Desa, karena adanya KK baru ( januari sd april) maupun karena ada KK yg belum terdaftar, maka Dukcapil akan segera menerbitkan no KK berdasarkan verifikasi faktual, dan cukup nomornya dulu ( tidak.mesti kartunya), siapa tahu ada keterbatasan blangko, terhadap KK tersebut dipastikan mendapatkan double di bulan mei.

“Mengingat pengadaan sembako ini juga tidak bisa cepat, ada kemungkinan paket bulan april pun terpaksa didistribusi pada bulan mei sehingga jaraknya tidak terlalu lama, ” Pungkas Sekda.

Terakhir Sekda mengakui, Pasti ada plus minusnya, tapi dirinya meyakini jika kita bahu membahu menjelaskannya kepada Publik atau masyarakat, insyaAlloh akan bisa Berujung Baik dan sebaliknya.

“Kami siap mensosialisasikannya kembali kepada masyarakat melalui media dan dalam bentuk surat sebagai dasar Kita semua menjalankan JPS ini, setelah semua paket ini terang benderang byname byedresanya, ” Tutupnya. (CR-Wenk).