Cegah Stunting, DPC Persagi dan Dikes Gelar Seminar Gizi

Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia ( PERSAGI ) Kabupaten Lotim  Bersma Dinas Kesehatan menggelar acara seminar gizi, dalam rangka hari gizi Nasional ke- 60 dengan tema Ahli Gizi Hebat Tuntaskan Setanting Untuk Generasi Milenial Berkualitas.

Lombok Timur. Corongrakyat.co.id – Dalam rangka memperkecil angka Stunting Dikabupaten Lombok Timur, DPC Persagi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur bertempat di Ballroom Kantor Bupati Sabtu ( 01/2 ). Menggelar seminar Gizi. Kegiatan ini dialaksanakan untuk mencari formulasi baru, dalam rangka memperkecil angka Stunting di Kabupaten Lombok Timur.

Hadir pada Kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur H. dr. Hasbi Santoso, M.Kes, Sekretaris Jurusan Gizi pada Poltekkes Kemenkes Mataram Dr. Made Darawati, STP, MTP, Kasubag Pendidikan dan Kesehatan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ) NTB  Taufiq Hari Suryanto, S.K.M  keduanya sebgaai pembicara ahli.

Ketua DPC Persagi Kabupaten Lombok Timur,  L. M. Anwar, S.ST. M.PH mengatakan  Stunting paling bawah di NTB. dan pemerintah daerah merespon hal tersebut, dengan berbagai upaya dan usaha. Salah satunya meningkatkan gizi pada anak,sehingga tumbuh kembangnya semakin baik.

Pada kesempatan itu juga, Anwar sangat mengapresiasi  sikap Pemerintah Daerah atas  Perhatian   dalam menangani stunting di Lombok Timur dengan menempatkan satu tenaga gizi pada satu Desa.

Dengan menempatkan satu Desa satu tenaga ahli gizi, paparnya dan hal tersebut berdasarkan kebijakan Bupati dikarnakan tidak ditentukan di pusat.

Sementara itu  Kepala Dinas Kesehatan dr. Hasbi Santoso, M.Kes, menyampaikan bahwa fokus pemerintah Daerah di tahun kedua ini adalah pembangunan sumber daya manusia.

Menjawab hal itu dr. Hasbi, memberi kesempatan untuk menambah tenaga kerja gizi satu atau dua berdasarkan analisa tempat kerja. Ia juga mengatakan dari Dikes sendiri akan melayani baik tenaga kerja yang ada ditingkat Puskesmas dan Desa. Menurutnya pelayanan terhadap tenaga kerja yang ada jika masih ada masalah maka Stunting ini tidak akan selesai.

” Saya ini bertugas melayani adek- adek supaya bisa melayani masyarakat,” tegasnya.

Mantan Direktur RSUD Raden Soejono Selong ini menyatakan ” Bagaimana mungkin masyarakat bisa dilayani jika tenaga kerja yang ada di masing2 puskesmas dan desa masih bermasalah dengan SK dan honor”. sambung dr. Hasbi. ( Cr.10 )