Manfatkan Tumbuhan Klasik, Kadus Rejeng Nyungkar Ciptakan Kopi Lamtoro

Memanfaatkan tumbuhan alam sekita,  kepala Dusun Rejeng Nyungkar, Desa Mengkuru, Kabupaten Lombok Timur, ahir-ahir ini tengah melakukan invopasi membuat minuman penuh khasiat yang di beri nama Kopi Lamtoro.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Seperti yang kita ketahui, Minum kopi menjadi trend akhir-akhir ini dan menjadi trend bagi anak-anak muda. Padahal dulu, kopi selalu identik dengan dengan orang tua dan dinikmati untuk menghilangkan rasa kantuk.

Berkediaman di Dusun rejeng nyungkar, Ali Imran yang juga kepala Dusun (Kadus)  di tempat tersebut, ahir-ahir ini tengah berinovasi menciptakan kopi yang bisa lebih berdampak positif, terutama untuk kesehatan Tubuh.

Namanya kopi Lamtaro, minumun ringan yang di buat dari tumbuhan-tumbuhan alam yang mudah di dapatkan, namun diyakini mempunyai khasiat yang luar biasa bagi kesehatan.

“Alhamdulillah ahir-ahir ini beberapa bulan yang sudah lewat saya mencoba melakukan sebuah inovasi, menurut pengakuan dari orang-orang kita terdahulu,ternyata tumbuhan lamtoro itu selain sering di gunakan sebagai kopi, ia juga memiliki khasiat bagi kesehatan,” Ujar Imran

Ali Imran menambahkan, kenapa kemudian kopi ini di beri nama kopi lamtaro karena bahan paling banyak digunakan adalah buah lamtoro dan juga rasanya yang paling menonjol dalam kopi tersebut rasa lamtoro.

selain buah lomtoro kopi ini juga di racik dengan tumbuhan-tumbuhan alam yang cukup klasik, seperti buah kelor dan beras hitam.

Adapun mekanisme pembuatanya, bisa memakai sangrai atau pengopenan, tetapi untuk bahan-bahan yang di gunakan tidak boleh gosong artinya setengah matang

“Kenapa harus setengah mateng agar zat kandungan dari ketiga bahan ini  tidak teruap, karena ada juga zat-zat kandungan yang tidak tahan dengan panas, dan perbandingan untuk campurannya beras satu kg, lamtoro setengah kg dan seper empat buah kelor,” Pungkas Ali

Sedangkan untuk ketahanan dari kopi ini sendiri, di akuai belum melakaukan uji Leb, karena untuk sementara Ali hanya membuat sesui dengan kebutuhan.

Menurut pengakuan Ali sang pembuat kopi, khasiatnya dari kopi yang di raciknya itu sudah dicoba di diri  sendiri, karena apapun yang ia lakukan, selalu tubuhnya yang di jadikan percobaan.

“Pertama saya mencoba di orang tua saya yang penyakit kronis sudah hapir 12 tahun lebih setiap bulan wajib harus di suntik, tapi allhamdulillah setelah saya coba berikan minum kopi lamtoro ini, 3 bulan ini tidak pernah di suntik,” Tambah Imran

Selain orang tuanya juga yang pernah mencoba khasiat kopi ini, sekitar puluhan orang yang memiliki penyakit yang berbeda-beda, seperti gula darah, rematik, kronis, stroke dan kurng tenaga.

Adalah Inak Rabitah (74) penderita penyakit kronis yang sudah merasakan sendiri dampak dari kopi lamtoro ini.

Ia menuturkan Selama belasan tahun penyakit kronis itu mengusik kesehatannya, sehingga harus pergi ke dokter tiap bulan.

“Alhamdulillah setelah 3 bulan terahir ini tidak pernah ke dokter lagi dan ketika rasa sakit saya mau kambuh saya langsung minum kopi lamtoro,” Tutur Inak Rabitah

Selain membuat kopi lamtoro, Ali Imran juga telah banyak menciptakan inovasi-inovasi lain seperti, Pro biotik multi guna, yang di gunkan di pertanian dan pertenakan dan sudah di coba juga  oleh puluhan masyarakat .

Selama Setahun ini ia sudah mencoba beberapa inovasi yang terbuat dari alam seperti, dekomposer berbahan baku dari keong mas, yang di racik menjadi pupuk, air minum untuk pembuatan ternak dengan takaran-tarakan tertentu

Ali Imran Berharap semoga dengan apa yang ia lakuakan ini, bisa membuat masyarakat sekitar mau melakukan inovasi juga,  insyallah sesuai dengan firman Allah ‘ tidak aku jadikan sesuatu di muka bumi ini melainkan bermanfaat bagi kehidupan manusia .

“Harapan untuk pemerintah, mungkin untuk program masih terlalu dini, namun yang saya harapkan mungkin ada informasi pembinaan, sehingga apa yang saya lakukan ini bisa lebih baik lagi,” Ungkap Imran

Lebih jauh Imran mengatakan ada ataupun tidak program, inovasi ini sudah lama ia lakukan dengan biaya sendiri dan tidak di jual, ia berikan kepada mansyarakat yang membutuhkan.

“Siapa tau dia juga bisa terinspirasi untuk membuat invoasi-inovasi lain guna memanfaatkan tumbuhan alam yang ada di sekelilingnya,” Tutup Imran. (Cr-09)