LPSDM Gelar Diskusi Dan Dialog Publik

Diskusi dan dialog publik terkait dengan hasil survei, riset kualitatif, JKN Yang kaitannya dengan kebutuhan perempuan dalam layanan kespro dan seksual, yang dilakukan melalaui program MAMPU, maju perempuan indonesia  untuk penangulangan kemiskinan kerjasama LPSDM  dan yayasan  kesehatan perempuan di jakrata.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Dalam rangka membangun advokasi untuk perbaikan kebijakan reproduksi perempuan di Kabupaten Lombok Timur, Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) melakukan diskusi  publik dengan OPD-OPD Terkait di Lombok Timur.

Acara dialog ini berlangsung hari senin, 23/12. Di aula kantor BAPEDA Lombok Timur yang di hadiri oleh, Dinas kesehatan, BPJS, Dinas Sosial, DUCAPIL, Puskesmas, kelompok Perempuan dan masyarakat.

Ririn Hayudiani selaku Deputi program  LPSDM menuturkan “ Dialog multi pihak yang akan yang diikuti oleh OPD,NGO, Rumah sakit, Puskesmas, kelompok permpuan dan kelompok masyarkat ini sekaligus untuk melakukan sosialisai hasil survei kuantitatif dan kualitatif kebutuhan perempuan dalam layanan kespro dan seksual,”tandasnya

Adapun Sasaranya kegiatan ini untuk masyarakat dan juga tenaga medis, pusat layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, dialog ini juga untuk mengetahui  seberapa jauh  implementasi  JKN dalam kebijakan  layanan kesehatan reproduksi dan seksual.

Lebih jauh Ririn menambahkan bahwa  ternyata dengan diskusi ini masih ditemukan  bahwa data masyarakat miskin masih kacau, kalaupun minsalnya ada upaya-upaya dari pemerintah , minsalnya tidak di berlakukannya lagi Surat Keteranga Tidak Mampu (SKTM) seharusnya ada solusi yang lain.

“Apa dong sulusinya untuk masyarakat yang memang  harus masuk dalam data untuk kepemilikan kartu JKN-KIS PBI yang  bantuan iuran beda kalau yang mandiri, apalagi dengan isu iuaran BPJS akan di naikkan,” ujar Ririn

Ririn berangapan masyarakat dan pihak terkait  juga penting  untuk melihat hasil riset ini  menjadi rekomendasi  untuk mengambil keputusan  bagaimna  kaitanya dengan  upaya-upaya  yang akan dilakukan di Lombok timur.

“ Ini bukan saja LPSDM dalam hal ini  yang melakukan riset tetapi juga hasil riset ini menggambarkan situasi  yang terjadi kaitannya dengan implementasi  JKN, KIS terutama  untuk kebijakan layanan kesehatan reproduksi dan seksual,” tutup Ririn Hayudiani. (Cr-10)