oleh

Tuding Istri Selingkuh, Suami Tusuk Leher Istri Hingga Tewas

banner 300500

Seorang suami di Mataram tega membunuh istrinya lantaran kesal sang istri disangka selingkuh dengan pria idaman lain.

MATARAM, Corongrakyat.co.idAdalah MA (30) warga Lingkungan Moncok Karya, Kelurahan Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan, Kota Mataram tega membunuh HS (29) yang tak lain adalah istrinya sendiri.

Pria yang kesehariannya sebagai pedagang buah itu tega menusuk leher sebelah kanan istrinya. Wanita yang memberinya dua orang anak itu seketika menjadi lemas dan nyawanya tidak tertolong.

Kini MA  harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam mendekam di balik jeruji penjara dalam rentan waktu yang lama.

Kepada Wartawan, Kepala  Kepolisian Resor Kota Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK, Senin (19/04/2021). di Mataram menerangkan, kini pihaknya telah menahan pelaku dugaan pembunuhan yang korbannya adalah istrinya sendiri.

Dikatakannya, pada hari Jumat (16/04/2021) sekitar pukul 20.00 Wita, bertempat di lokasi berjualan  di Jalan Adi Sucipto, Rembiga. Pelaku dan korban terlibat cek-cok yang cukup memanas.

Perselisihan dimulai karena pelaku berkali-kali memperingati korban agar jangan telponan dengan orang lain. Keduanya juga sempat rebutan handphone milik korban. Tapi korban tetap tidak mendengarkan suaminya.

Sempat mereda beberapa saat, kepada MA korban menyampaikan tidak akan ikut berjualan keesokan harinya. seraya mengatakan ingin pergi dengan orang lain.

Pengakuan korban sontak membuat MA emosi dan naik pitam. Tanpa pikir panjang MA mengambil sebilah pisau di meja jualannya. Pisau untuk membelah buah itu ditusukkan ke leher sebelah kanan korban. Darah langsung berceceran ketika pelaku mencabut pisau dari leher korban.

“Korban ditusuk satu kali dileher sebelah kanan. Korban langsung tidak sadarkan diri,” tuturnya.

Setelah itu pelaku memasukkan korban ke dalam mobil pick-up yang digunakan berjualan buah. Pisau dan handphone milik korban juga diamankan pelaku dan merapikan dagangannya. Pelaku panik dan sempat membawa korban ke rumahnya di Moncok Karya. ‘’ Di rumahnya dia kesana untuk melempar handphone korban,’’ katanya.

Entah apa yang ada dibenak pelaku. Karena panik, pelaku membawa korban ke salah satu rumah sakit. Namun di tengah perjalanan. MA membuang pisau yang digunakan untuk menusuk istrinya di pinggir jalan. Karena kehabisan darah yang banyak. Korban tidak sadarkan diri.

‘’Pelaku yang membawa korban ke rumah sakit. Tapi karena mengalami pendaharaan yang parah. Lalu disarankan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.  Setelah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara korban dinyatakan meninggal dunia,’’ tukasnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, MA kemudian menyerahkan diri ke Polresta Mataram, dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Berdasarkan keterangan pelaku, ia diduga membunuh istrinya  lantaran terbakar cemburu,” terang Kapolresta.

Di depan petugas, MA mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku waluapun kerap cek-cok dan salah faham. MA menyampaikan sama sekali tidak ada rencana untuk membunuh istrinya.

“Tidak ada niat saya untuk membunuhnya. Itu spontan saja karena saya seperti tidak sadar dan khilaf,” ungkapnya.

Dikatakannya pula, bahwa ia sudah 11 tahun berumah tangga dengan korban. Beberapa waktu lalu sempat bercerai namun rujuk lagi.

“Saya menyerahkan diri ke polisi untuk menebus rasa bersalah saya. Sebelumnya dia pernah selingkuh tapi saya maafkan,” katanya.

Dengan perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat Pasal 44 ayat 3 Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman 20 tahun penjara. (Cr-Pin)