oleh

Semat Tipe A, DPK Lotim Masih Alami Keterbatasan Anggaran dan SDM

banner 300500

Alokasi anggaran DPK Lotim tahun ini 1,4 Milyar, jumlah itu tentu tergolong kecil jika dibanding kebutuhan yang ada. Ternyata SDM juga alami keterbatasan, praktis DPK Lotim hanya memiliki 3 Pustakawan, sementara Arsiparis tidak ada, diharapkan ada rekrutmen SDM baru guna memenuhi standar tipe A yang saat ini disemat.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Meningkatnya status Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lombok Timur (Lotim) dari tipe B ke tipe A nyatanya tidak diimbangi dengan alokasi anggaran yang memadai, di tambah pula dengan koleksi buku dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbilang terbatas.

Kepala DPK Lotim, H. Marwan menyatakan pada tahun anggaran 2021 ini, DPK Lotim mendapatkan alokasi 1,4 Milyar. Jumlah itu tergolong minim, jika dibanding dengan kebutuhan yang ada. Dari itu ia berharap Peraturan Daerah (Perda) Perpustakaan yang tengah digodok di DPRD Lotim segera diketok, dengan harapan jika Perda itu diundangkan anggaran akan bisa ditambah.

“Alokasi anggaran untuk DPK sendiri tahun ini 1,4 Milyar. Anggaran itu tentu jauh sekali, tapi kita di sini ikhlas dalam bekerja semaksimal mungkin. Kita lagi proses untuk Perda Perpustakaan, sudah kita jajaki dan saat ini sudah terdaftar untuk dibahas di DPRD, jika sudah ada dasar insya Allah anggaran kita juga bisa naik,” katanya, Kamis (28/01/2020).

Anggaran yang ada saat ini lanjut Marwan akan dipergunakan untuk melanjutkan program tahun 2020, karena sifatnya jangka panjang, di samping juga akan dipergunakan untuk penambahan koleksi buku, dan pelaksanaan pelatihan serta pembinaan.

Hal lain yang sangat mendesak juga berkaitan dengan jumlah SDM dalam hal ini Pustakawan dan Arsiparis. Saat ini DPK Lotim hanya memiliki 3 Pustakawan, sementara untuk Arsiparis tidak ada sama sekali, padahal dengan status tipe A, mutlak SDM itu harus memadai. Dari itu ia berharap kedepan ada penambahan SDM melalui skema honorer dan CPNS.

“Pustakawan kita ada 3, jelas itu kurang. Untuk Arsiparis tidak ada. Idealnya karena kita tipe A sama dengan provinsi, Pustakawan itu harus ada di setiap kecamatan. Maka dari itu, sekarang kami buru Pustakawan dan Arsiparis sebagai honorer kita. Jika nanti juga ada rekrutmen CPNS, kita juga akan mengusulkan formasi itu karena kita sangat butuh,” tuturnya.

Terlepas dari keterbatasan itu, ia mengaku tetap optimis untuk lebih baik kedepan, apalagi dengan kinerja jajarannya saat ini yang solid dan tetap ikhlas dalam melaksanakan tugas.

“Kita sangat optimis untuk lebih baik lagi, kami dan teman-teman di sini selalu kompak dan ikhlas dalam memberikan pelayanan,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT