oleh

Muluskan BUMDes Jadi Suplier, Stafsus Bupati Janji Siapkan Pengacara, Tepatkah?

banner 300500

Camat Suralaga dan Staf Khusus Bupati Lotim mengumpulkan semua kepala desa, ketua BUMDes dan agen e-warong se-Kecamatan Suralaga untuk memantapkan keinginan bupati menjadikan BUMDes sebagai penyalur program BPNT. Bahkan ditegaskan akan disiapkan pengacara untuk mendampingi agen e-warong yang ber-PKs dengan BUMDes.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pemerintah Kecamatan Suralaga melakukan rapat koordinasi terkait pelaksanaan program Bantuan Pangan Sembako atau yang lebih familiar disebut dengan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kecamatan Suralaga.

Rapat koordinasi itu dihadiri langsung oleh Staf Khusus Bupati, Camat dan Sekcam Suralaga, TKSK, SDM PKH, seluruh agen e-warong dan semua kepala desa serta ketua BUMDes se-Kecamatan Suralaga.

Dalam sambutannya, Camat Suralaga, Agus Masrihadi menyampaikan jika tujuan dilaksanakannya rapat itu adalah untuk memperbaiki pelaksanaan program BPNT, dan memuluskan harapan dari bupati untuk menjadikan BUMDes sebagai penyalur dalam program itu.

“Kita harus mengamankan kebijakan bupati dalam rangka BUMDes memainkan perannya sebagai penyalur dalam program bantuan sembako,” kata Camat Suralaga di dalam rapat, Senin (15/03/2021).

Sekalipun demikian, ia mengakui jika tidak semua BUMDes yang ada di Kecamatan Suralaga dapat dikatakan sehat, namun ia menganggap jika telah dijadikan penyalur, maka BUMDes itu pun akan menjadi sehat. Dari itu ia berharap kepala desa tidak perlu ragu dalam hal itu.

“Memang kita akui tidak semua desa BUMDesnya sehat, tapi untuk mencapai harapan bupati bapak kepala desa tidak perlu ragu untuk memanfaatkan BUMDesnya,” imbuhnya.

Lanjutnya, di tingkat kecamatan dan desa, bedasarkan Pedoman Umum (Pedum) yang bertanggung-jawab adalah camat dan dan kepala desa. Sebab terangnya yang memiliki masyarakat selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah camat dan kepala desa di wilayahnya.

Masih kata Camat Suralaga, selama ini ia menduga pelaksanaan program itu di wilayahnya justeru dikoordinir oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, dan ia berharap hal itu tidak terjadi lagi dengan adanya koordinasi yang baik antar semua pihak.

“Tapi selama ini yang mengkoordinir adalah oknum-oknum tertentu. Bulan depan jangan sampai terjadi seperti itu. Itu baru bisa dilakukan apabila ada koordinasi antara pemerintah desa, BUMDes, pendamping desa, TKSK,” bebernya.

Dalam kesempatan itu ia juga menekankan kepada agen e-warong yang hadir untuk bekerjasama dan mempercayakan BUMDes sebagai penyalur, agar harapan dari bupati bisa terwujud.

“Kepada bapak ibu agen kita juga mengharapkan untuk ikut mengamankan kebijakan bapak bupati agar BUMDes bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Camat Suralaga, Staf Khusus Bupati, Lukmannul Hakim yang hadir dalam kegiatan itu menyatakan sejak awal pihaknya telah mencium adanya sinyal jika terdapat banyak carut marut dalam pelaksanaan program BPNT. Namun katanya saat ini, semua pihak harus saling benahi untuk perbaikan program itu.

“Saya tangkap sinyalnya telah sama. Itu yang paling penting, jadi sekarang mari kita saling benahi. Mumpung ada waktu, mari kita perbaiki bersama,” cetusnya.

Sambungya, “sudah saatnya saat ini jangan ada dusta di antara kita, jangan kita saling orek-orek masa lalu, terutama di tingkat agen dan pendamping,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya persoalan di tingkat agen, nantinya BUMDes dan agen e-warong harus membuat Perjanjian Kerjasama (PKs).

“Setelah ini nanti kades, BUMDes segera membuat perjanjian kerjasama dengan agen e-warong. Jadi jelas, apa yang harus disuplai oleh BUMDes,” sebutnya.

Dirinya juga menghimbau nantinya narasi PKs antara BUMDes dan agen e-warong di Kecamatan Suralaga harus sama. Kemudian untuk mengantisipasi persoalan hukum akan disiapkan penasihat hukum.

“Setelah ini nanti narasi PKs hari seragam, nanti kades yang buat setelah koordinasi agen, BUMDes dan Tikor Kecamatan. Nanti juga akan kita siapkan penasihat hukum, andai ada apa-apa. Agar kita nyaman bekerja,” cetusnya.

Di lain sisi, salah satu perwakilan agen e-warong, L. Muhamad Ahyar yang hadir menyatakan jika Tim Koordinator (Tikor) program BPNT di Kecamatan Suralaga seharusnya tidak hanya fokus terhadap upaya pelibatan BUMDes dalam program itu. Tapi ia juga berharap agar Tikor melihat dan memperbaiki kualitas BUMDes.

“Saya apresiasi mungkin jika kita memfasilitasi BUMDes mungkin bisa meningkatkan PADes. Tapi begini banyak BUMDes mati, itu yang harus kita perhatikan, dan itu faktanya,” serunya.

Lebih lanjut ia menyatakan jika BUMDes pun harus dekoordinir oleh Tikor kecamatan. “Kita lihat dulu siapa yang akan menjalankan, dari itu BUMDes juga perlu dikoordinir agar bisa lancar,” harapnya. (Cr-Red)

BERITA TERKAIT