oleh

Didemo Mahasiswa, Pemda Lotim Nyatakan Bela Palestina

banner 300500

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HIMMAH NWDI gelar aksi demonstrasi mendesak Pemda Lombok Timur menyatakan sikap pembelaan terhadap Palestina. Aksi pun terhenti setelah tuntutan massa aksi diterima dan ditandatangani sebagai wujud sikap pembelaan Pemda terhadap bangsa Palestina.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa (HIMMAH) NWDI Cabang Lombok Timur gelar aksi demontrasi di depan Kantor Bupati. Dalam aksi itu, aliansi mahasiswa itu mendesak Pemda Lombok Timur untuk menyatakan sikap dukungan terhadap Palestina.

Salah satu desakan dari massa aksi yaitu mendesak Pemda Lombok Timur untuk memobilisasi aksi boikot terhadap produk-produk yang dianggap induk perusahaannya pro terhadap tindakan agresif zionis Israel di tanah Palestina.

“Kami meminta Pemda Lombok Timur untuk memboikot produk-produk zionis. Salah satunya dengan tidak memberikan izin ritel modern,” tuntut Abdul Qadir Jailani selaku koordinator lapangan l dalam sebaran rilisnya.

Lebih lanjut, orator aksi itu menyebut dalam 11 hari agresi militer Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan 248 korban jiwa. Dari itu disebut tindakan brutal Israel terhadap warga Palestina sebagai praktek genosida. “66 diantaranya anak-anak, 39 wanita dan 17 lansia, belum termasuk 1948 korban luka berat dan kerusakan infrastruktur,” lantang orator dalam aksi itu.

Massa aksi yang terus menuntut untuk bertemu dengan Bupati Sukiman harus menelan kecewa lantaran bupati tidak ada bisa menemui mereka. Akhirnya mereka ditemui oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Mahsin.

Pada kesempatan itu, Mahsin dengan tegas menyatakan jika Pemda Lombok Timur satu nafas dengan perjuangan bangsa Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya.

“Kami Pemda Lombok Timur menyatakan senafas dengan konstitusi dan menegaskan menolak segala bentuk jenis penjajahan di muka bumi,” tegasnya seraya menyatakan Pemda Lombok Timur mengutuk dan mendukung boikot produk pro zionisme.

Aksi itu berhenti setelah perwakilan massa aksi dan Pemda Lombok Timur menandatangani tuntutan massa aksi. Dimana naskah yang ditandatangani itu merupakan bentuk persamaan sikap dan dukungan Pemda Lombok Timur terhadap bangsa Palestina. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT