oleh

Yadashi NW Lando Berikan Beasiswa Khusus Bagi Santri dan Santriwati

Yayasan Darush Shibyan (Yadashi) NW Lando berikan program beasiswa pendidikan khusus bahasa inggris bagi santri dan santriwatinya. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu dan akan tetap dilanjutkan kedepannya.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Yayasan Darush Shibyan NW Lando adalah lembaga pendidikan berbasis Islam. Yayasan Shibyan NW Lando sendiri berasa di Desa Lando Kecamatan Terara, Lombok Timur.

Yayasan Shibyan pada perjalanan waktunya kerap disebut “Yadashi” untuk mempermudah masyarakat mengenal yayasan ini. Untuk diketahui bersama, terdapat beberapa lembaga yang bernaung dibawah payung Yadashi, yaitu TPQ, Diniyah, Majlis Taklim, RA, MTs dan MA.

Sekalipun sangat sederhana baik dari segi fisik dan fasilitasnya, tapi kegiatan dan program dari Yadashi tidak dapat diragukan dan menjadi keunggulan tersendiri dari Yadashi, karena memberikan dampak positif bagi masyarakat, utamanya berkaitan dengan pendidikan, sosial, budaya bahkan ekonomi.

Sebut saja kegiatan dan program yang dimaksud itu adalah english course (english club), tahfiz, tilawah, tahsin, Pramuka, hadroh dan banyak lagi kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Terbaru dan laik dikatakan istimewa, pada hari ini (02/12) Yadashi secara khusus memberikan beasiswa bagi santri dan santriwatinya untuk menempuh pendidikan khusus berupa kursus bahasa inggris di luar daerah, tepatnya di Pare, Kediri Provinsi Jawa Timur.

Santri dan Santriwati yang diberikan beasiswa itu adalah mereka yang aktif sebagai anggota English Club di Madrasah Yadashi, mereka akan fokus diprogramkan mendalami ilmu bahasa inggris selama 3 bulan.

Ada 5 Santri dan Santriwati yang diberikan program khusus itu, yaitu
Liziadatul Khairoh dan Wahyudi yang mewakili MA Darush Shibyan dan
Nianda Anggun Lestari, Holawani dan Muh. Hudatullah selaku perwakilan MTs Darush Shibyan NW Lando.

Pendiri Yadashi, Sayuti, QH, M.Pd.I berharap santri dan santriwati yang mewakili Yadashi untuk bersabar dan tekun dalam menempuh pembelajaran

“Dengan kesabaran dan ketekunannya dalam belajar hal ini kami berharap mereka bisa mewakili teman-temanya di madrasah bisa meningkatkan kemampuan dan prestasi dalam bidang ilmu bahasa asing. Kita tau bahasa asing itu merupakan bahasa yang sangat penting untuk dipelajari oleh orang dalam kehidupan di era 4.0 ini sehingga kedepan dapat menjadi garam untuk skill yang dimiliki oleh santri dan santriwati,” harapnya.

Durasi kursus yang terbilang singkat yang hanya 3 bulan diharapkan mampu dimaksimalkan, Kepala Madrasah, Dewan Guru Yadashi berharap apa yang telah diberikan oleh jajaran Yadashi kepada kelima santri dan santriwati itu dapat menjadi motivasi bagi santri dan santriwati yang lainnya untuk lebih berprestasi.

Melepas keberangkatan kelima santri dan santriwati itu, pendiri Yadashi dan jajaran dewan guru lainnya mendoakan agar santri dan santriwati mereka prosesnya berjalan lancar dan mampu meraih apa yang diharapakan dan berjanji akan meneruskan program tersebut kedepan.

“Semoga nanti sepulangnya mereka juga bisa menyirami temanya yang lain dengan ilmu yang sudah di dapatkan di kampung inggris selama 3 bulan. Program ini kami tetap akan melaksanakan tiap tahunya untuk meningkatkan mutu pendidikan santri yang berkualitas kedepannya. Yadashi bisa,” tutupnya. (Cr-Pin)