oleh

Warga Keluhkan Kondisi Proyek Pavingisasi Dan Lampu Kampung

-Headline-3.951 views
banner 300500

Diduga ada praktek kerjasama dan sengaja saling mendukung  antara Petugas pengawas Pemkot dengan pihak Kontraktor, persoalan  pekerjaan lelang proyek pavingisasi dan menambah lampu kampung di lokasi Blauran 5 Surabaya dinilai asal jadi

Surabaya.Corongrakyat.co.id -Akhir tahun 2019 semua pekerjaan proyek yang terkait, dengan tender (lelang, red) pengerjaannya, sudah memasuki akhir opname selama ini dijajaran Pemkot Surabaya, Warga memepertanyakan ada apa dengan pihak terkait antara SKPD DCKTR dengan pihak Kontrakror, apakah selama ini PPK yang bernama Taufik tutup mata

Hampir tidak bisa dipercaya kalau pekerjaan itu dikerjakan sekelas Kontraktor yang menang Tender di Pemkot Surabaya, subkon, terpantau awak media di TKP sangat memprihatinkan pekerjaan pavingisasi yang dikerjakan oleh Kontraktor tersebut, Paving pecah pun tetap saja dipasang tanpa peduli RAB


“Memakai paving yang baru, berkualitas baik dan kuat, hasil konfirmasi ke pengawas yang tidak mau menyebut namanya mengatakan, kalau masalah paving tidak dipermasalahkan, justru yang dipermasalahkan adalah pemasangan batu bata untuk lampu,” ujar pengawas tersebut.

Pengawas hanya mendapat perintah dari Dinas Pemkot, untuk menyuruh dan mengganti batu bata yang berfungsi untuk menopang lampu kampung


Pekerjaan yang menurut pengawas hanya kurang seminggu waktunya (sesuai perjanjian dengan pihak Pemkot) si pengawas juga menyampaikan bahwa, “bahan-bahan material seperti paving belum datang atau masih kurang, sehingga begitulah hasilnya,” ujar pengawas


Terkesan pengawas tersebut terbebani dari hasil pekerjaan Kontraktor yang memenangkan Tender pemasangan paving dan penambahan lampu kampung dari unit lelang  Pemkot Surabaya, dan terindikasi tidak Profesional serta tidak mampu mengerjakan proyek pembangunan Pemerintah kota Surabaya.


Saat dikonfirmasi awak media ke pihak Pemkot dalam hal ini Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) kenapa Kontraktor yang tidak mampu mengerjakan proyek bisa memenangkan Tender yang diadakan Pemkot, bukankah proyek yang dikerjakan adalah untuk di fungsikan sebagai keperluan  warga Surabaya, bagaimana seandainya Walikota (Risma)  tahu akan kelakuan anak buahnya yang diduga tidak ketat dalam menyeleksi Kontraktor yang mengerjakan pekerjaan paving dan lampu kampung


Yang sangat warga sesali dan harus dipertanyakan pada pengawas pihak Pemkot dalam hal ini, yang berwenang mengawasi dan melaporkan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkesan sama sekali tidak melaporkan tentang paving yang tidak layak dipasang atau hancur tapi masih saja dipasang oleh pihak Kontraktor

Hal ini tentunya PPK layak turun ke lokasi menyesuaikan bukti laporan dengan bukti kenyataan di lapangan.


Menurut Pengakuan salah seorang warga menuturkan “Kok pekerjaannya kayak begini sambil menunjukan pemasangan paving yang tidak rata dan banyak paving yang pecah,” ujar ibu Siti


lebih jauh ibu siti menambahkan, Ironis jika paving yang pecah tapi masih saja dipasang, belum lagi pekerjaannya sudah dianggap tidak layak untuk di nikmati warga Surabaya, pemasangan paving yang tidak rata dan seakan tidak percaya jika yang mengerjakan adalah Kontraktor pilihan Pemkot


“Sebaiknya permasalahan ini jangan dibiarkan berlarut-larut sehinggah proyek layak dilaporkan pada pihak berwajib karena mengandung unsur menyimpang dari ketentuan,” imbuhnya.


Warga berharap Terkait paving yang pecah tapi masih saja dipasang, sebaiknya Walikota juga harus tahu bagaimana yang sebenarnya tentang anak buahnya dalam bekerja, dugaan sementara, tahu sama tahu dengan Kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. (Cr-09)