oleh

Wabup : Program Lotim Berkembang untuk Masyarakat Kurang Mampu Bukan Pengusaha

Wakil Bupati H. Rumaksi, Sj menegaskan bahwa program Lombok Timur Berkembang tidak menyasar pengusaha melainkan masyarakat kurang mampu yang diharapkan dapat mengentaskan kemiskinannya.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sj yang memimpin rapat evaluasi Pelaksanaan Lombok Timur Berkembang pada Selasa (24/11) itu menyebut berdasarkan laporan yang diterimanya, realisasi dari dua Bank mitra mencapai 736 peternak dengan jumlah dana Rp. 11 Milyar lebih. Kondisi ini dinilai belum cukup memuaskan. Karenanya diharapkan semua pihak yang terkait dengan program ini dapat  berupaya lebih maksimal.

Wabup menilai penting pula untuk menyamakan persepsi antara Bank Mitra dengan Pemerintah dan Masyarakat.  Wakil Bupati menegaskan bahwa Lotim Berkembang tidak menyasar pengusaha melainkan masyarakat kurang mampu yang diharapkan dapat mengentaskan kemiskinannya.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab moral sehingga wajib mengawal program ini hingga tuntas,” Ujarnya.

Salah satu kendala diakui pihak perbankan adalah kondisi internal terkait verifikasi data calon penerima. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Selong menyebut kendala verifikasi dari pihaknya adalah adanya dua program pemerintah yang harus diakomodir BRI pada waktu bersamaan yaitu bantuan untuk UKM. Akan tetapi pihak BRI optimis setelah tuntasnya bantuan produktif UMKM (BPUM) tersebut BRI dapat melakukan verifikasi untuk KUR Peternak dengan lebih optimal. BRI bahkan optimis dapat menyelesaikan sekitar 500 peternak untuk realisasi sebelum tahun 2020 berakhir. Sementara itu Bank Nasional Indonesia (BNI) menyanggupi target 250 peternak akan direalisasikan.

Poin lainnya yang juga dibahas adalah belum optimalnya komunikasi OPD terkait utamanya dengan pihak BRI dalam tahapan verifikasi peternak. Sedianya verifikasi ini melibatkan tim teknis untuk pendampingan hingga tahap penyediaan ternak sapi. akan tetapi saat ini hal tersebut tidak berjalan.

Sementara itu ketua OJK NTB Farid Faletehan mengingatkan pentingnya sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat peternak terkait subsidi bunga KUR melalui Lotim Berkembang ini. Sejumlah masyarakat yang mengundurkan diri terbukti belum sepenuhnya memahami bantuan yang diterima. (Cr-wenk).