oleh

Sekdes: Masyarakat Mengkuru Keluhkan BST Pusat Yang Tak Kunjung Cair

-Headline-68 views

Lotim, Corongrakyat.co.id- Masyarakat desa mengkuru kecamatan sakra barat keluhkan santunan dampak Covid-19 atau Bantuan Sosial Tunai (BST) kemensos yang tak kunjung ada kabar (16/05/20)

Pathul Aripin, menyebutkan bahwa masyarakat saat ini banyak mengeluhkan BST yang katanya akan diberikan langsung oleh Kemensos melalui Kantor Pos. Tapi sampai saat ini belum ada informasi yang jelas.

Di Desa Mengkuru misalnya, data yang dikeluarkan Dinas Sosial Kabupaten Lombok timur sejak april lalu sebanyak 153 KK yang akan mendapatkan bantuan tersebut. Tapi pencairan tahap pertama kemaren hanya 7 KK yang sudah bisa mencairkan ke kantor pos.

Secara umum, khususnya desa-desa di Kecamatan Sakra Barat juga menheluhkan hal yang serupa yaitu BST pusat yang tidak merata.


“Tiap desa menyampaikan hal yang sama bahwa terkait bantuan sosial berupa uang tunai sampai dengan saat ini masih simpang siur”. Ungkapnya.


Sementara itu masyarakat menunggu kepastian dari dinas sosial terkait bantuan tersebut karna mereka tdk pernah dapat bantuan jenis apapun sementara masyarakat yang lain sudah mendapatkan baik itu sembako provinsi, sembako daerah, dan BLT Desa. Tambahnya
Pemerintah desa juga membenarkan bahwa nama-nama yang sudah terdata melalui sistem dinas sosial kemaren sebagian besar belum menerima program bantuan tersebut.


Aparatur desa mengaku sejak awal tidak mengetahui maupun dilibatkan tentang pendataan warganya oleh pihak Dinas Sosial, hanya menerima barang jadi dari dinas sosial bulan april lalu. Mereka hanya menunggu informasi kapan waktu pencairan atas nama masyarakatnya yang sudah terdata.
Hal tersebut diungkapkan Sekdes Desa Mengkuru Abdul Muiz, S. Pd saat di temui dirumahnya.


“Sejak pencairan tahap pertam dari 153 KK yang diusulkan hanya 7 KK yang sudah menerima bantuan itu sementara program itu kan akan diberikan pemerintah pusat selama tiga bulan, tapi ini sudah mau masuk pencairan tahap kedua” Ungkapnya
“Bagaimana jika nanti tahap kedua masih simpang siur seperti ini, hawatirnya nanti masyarakat geram dan dinas sosial jadi bulanan masa”. Tutupnya