oleh

Retribusi Diturunkan, Pendapatan Pasar Aikmel Meningkat

banner 300500

Kepala Pasar Aikmel bekerja maksimal  meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pasar dengan kearifan lokal sehingga tidak terjadi gesekan dengan pedagang.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Pasar Tradisional kelas A Aikmel  masih menjadi tempat  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat dalam melakukan kegiatan jual beli atau transaksi baik dalam bentuk barang maupun jasa.

Itulah mengapa Pasar menjadi bagian terpenting dalam meningkatkan PAD suatu wilayah, seperti halnya di pasar Aikmel yang terus memaksimalkan PAD melalui retribusi pasar

Kepada Corong rakyat, Senin (30/12/2019) Kepala Pasar (KAPAS) Aikmel H. Anwar Musyaddat membeberkan pendapatan Pasar Aikmel dari tahun ke tahun yang terus terjadi peningkatan

Retribusi Pasar Tahun 2018, Rp 1.000 dengan target setoran ke BAPENDA sebanyak  Rp1.65.000.000, sedangkan di tahun 2019, kebijakan pemerintah menurunkan retribusi menjadi Rp 500 dengan target setoran 1.650.000.000

“Secara logikan seharusnya dengan di turunkan retribusi ini, setoran harus lebih sedikit dari sebelumnya yang Rp1.000, tapi Alhamdulillah walaupun begitu kami bisa memaksimalkan pendapatan melebihi target yang harus kami setor sebanyak 1.288.128.005 tapi alhamdulillah kami bisa mencapai 1.402.7200.000,”katanya

Dari sisi keamanan H. Anwar tetap melakukan Pengecekan 3 kali sehari di Area Pasar, setelah dzuhur, magrib dan jam 10 mlm di bantu dengan juru pungut.

“Alhamdulillah ketika badan pom berkunjung ke pasar aik mel, mereka mengatakan kebersihan di Pasar Aikmel ini termasuk dalam 3 pasar terbersih di Lombok Timur,”ujar H. Anwar

H. Anwar juga menambahkan ia memberikan kepercayaan kepada juru pungut melalui upah yang di terima setiap bulan, dulu sebelum dia menjabat jadi kapas, upah juru pungut RP 600.000 dan setelah dia menjadi kapas upah juru pungut di tambah Rp 100.000 sehingga sekarang perbulan upah juru punggut menjadi 700.000 satu orang perbulan

“Belum lagi Tips dan THR saat lebaran, intinya kami tekankan kerjasamanya, jangan sampai saling talon ateang,” tandasnya

Dari sisi keamanan kapas Aikmel menggunakan 6 orang juru keamanan selain securty  enam orang yang piket secara bergantian selama 24 jam untuk menjamin keamanan pasar Aikmel.

“Masalah keamanan bisa langsung di tanyakan kepada pedagang, dan juga kami siap ganti rugi ketika ada barang pedagang yang hilang, tapi alhamdulillah selama satu tahun terahir ini tidak pernah terjadi hal-hal yang dapat meruigikan pedagng dan masyarakat di pasar Aikmel ini,” Tambah H. Anwar

Lebih jauh mengenai pasar Aikmel ia berharap, kalau ada Anggaran untuk rehap-rehap ringan dari pemerintah Daerah, agar di belakang Pasar itu kami dibangunkan los, karena disitu tempat berkumpulnya para pedagang ikan dan sayur, sementara kalau hujan mereka kehujanan dan kalau musim panas mereka kepanasan.

Adapun masalah keamanan, kebersihan dan kenyamanan di akaui oleh para pedagang yang sudah sekian tahun berjaualan di pasar Aikmel.

” Sangat aman dan nyaman sak mangkin, lebih solah lekan sik laek dan kami sangat bersyukur atas di turunkannya retribusi pasar,” ujar Raden Sulasmini seorang pedagang buah.

Senada dengan itu juga diutarakan salah seorang pedagang lainnya,  H. Anhar Hadi. Pada Corong Rakyat Ia mengatakan, sejak Pasar Aikmel dipimpin oleh H. Anwar , pasar Aikmel menjadi lebih baik, aman, nyaman dan bersih.

Sama halnya dengan kedua pedagang tersebut, semua pedagang yang berjualan di tempat itu berharap agar kedepannya bisa dibangunkan atap di tempat mereka jualan seperti yang disampaikan oleh Kepala Pasar Aikmel. (Cr-09/ADV)