oleh

Polemik Tanah Mandalika, Suhartini: Demi Allah Saya Tidak Rela Dunia-Akhirat

banner 300500

Upaya eksekusi paksa dalam proses land clearing lintasan Sirkuit MotoGP Mandalika menuai kontroversi. Pasalnya beberapa pemilik lahan yang berada di kawasan itu mengakui jika sampai dilakukannya kegiatan tersebut belum mendapat kejelasan mengenai ganti rugi dan atau pembayaran lahan yang dikuasainya.

LOMBOK TENGAH, Corongrakyat.co.id- Pasca dilakukannya land clearing lintasan sirkuit MotoGP Mandalika nyatanya menyisakan duka. Adalah pasangan suami istri Suhartini dan suaminya Amaq Adi, pemilik lahan yang mengaku tidak pernah merelakan lahannya dikelola untuk kepentingan sirkuit MotoGP seperti yang diberitakan di media massa.

“Demi Allah dunia-akhirat saya tidak akan ikhlas tanah saya diambil sebelum dibayar,” tegasnya melalui sambungan telepon, Senin (14/09/2020).

Menurutnya, statemennya di sejumlah media itu merupakan informasi hoaks dan sepihak. Berita itu digelindingkan untuk kepentingan oknum tertentu.

“Salah paham itu polisinya. Saya bilangnya, terimakasih jika mau membantu menyelesaikan persoalan lahan kami. Bukan berarti mengikhlaskan tanah saya diambil begitu saja,” cetusnya.

Menurutnya lagi, informasi yang diberitakan itu adalah berita bohong. Sebab dirinya tidak pernah berstatemen di media bahwa dirinya akan menyerahkan lahannya begitu saja.

“Hoaks itu Pak. Bohong itu. Demi Allah saya tidak ikhlas Dunia-Akhirat,” tegasnya lagi dengan dialek khasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT