oleh

Perpusnas RI Lakukan Survei Kajian Perpustakaan dan Kegemaran Membaca di Lotim

Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapat kunjungan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, setelah sebelumnya sejak tanggal 24-26 Agustus 2020 telah melakukan survey lapangan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Kota Mataram dan Lombok Utara.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Perpusnas RI melakukan Kajian Kegemaran Membaca Masyarakat Indonesia ini dengan tujuan utama, inventarisasi dan identifikasi kondisi perpustakaan umum provinsi, kab dan kota dan perpustakaan desa dengan metode purposive random sampling di wilayah tersebut, kemudian identifikasi dan kajian gemar membaca masyarakat Indonesia dalam rangka mewujudkan budaya baca masyarakat Indonesia.

Sebelumnya telah dilaksanakan Survey Online dengan mengisi kuesioner online yang dibagikan melalui whatsapp atau email dan survey lapangan ini adalah untuk menunjang dan mengklarifikasi hasil survey online tersebut.

Khusus di Lotim Konsultan Perpusnas RI selain mengunjungi Perpustakaan Kabupaten juga ke Perpustakaan Desa yang menjadi sampel yaitu Perpusdes Rempung dan Embung Kandong.

Diterima di Ruang Kerja Kepala Dinas DPK Lotim, konsultan Perpusnas terkesan dengan program-program yang sudah dilaksanakan oleh DPK Lotim dalam rangka meningkatkan kegemaran membaca.

Kadis DPK Lotim, H. Marwan, S.Pd.,S.Sos menyampaikan jika program yang disusun DPK Lotim menyasar peningkatan minat baca untuk semua kalangan. Semisal program Bergembira untuk pelajar TK/PAUD, penyuluhan dan sosialisasi minat baca untuk pelajar serta promosi perpustakaan melalui pemilihan duta baca.

Sedangkan mahasiswa disediakan literatur dan referensi terkait pendidikan serta menyiapkan perpustakaan sebagai saranan diskusi serta kegiatan pendidikan melalui sarana gazebo/berugak dan aula yang nyaman. Kelompok wanita pun difasilitasi melalui kegiatan pelibatan masyarakat seperti kursus membuat kue kering, catering dan rias pengantin.

Haji Marwan menambahkan
“Setiap tahun DPK lotim selalu menganggarkan penambahan koleksi termasuk rak buku stainless. Namun saat ini terkendala keterbatasan ruangan sehingga sementara ini koleksi buku dan rak yang baru belum dapat ditata di ruang perpustakaan,” terangnya.

Kabid Pembinaan dan Pengembangan, Lalu Nadi Abidin Ali, SP.,MM yang turut mendampingi Konsultan perpusnas menambahkan jika DPK Lotim telah melaksanakan kegiatan pembinaan perpustakaan sebanyak 70 lokasi setiap tahunnya.

“Kita dari DPK Lotim telah melaksanakan kegiatan pembinaan Perpustakaan di 70 titik di Lombok Timur sepanjang tahun ini,” ulasnya

Nadi menambahkan, “program tersebut bukan hanya itu saja, tetapi juga ada lomba perpustakaan sekolah dan desa termasuk melombakan para pengelolanya,” imbuhnya.

Dari itu Ia berharap program tersebut dapat memacu perkembangan perpustakaan dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan serta penyelenggaraan perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan, “tentu kami berharap program yang telah kami agendakan ini dapat memacu perkembangan dan kualitas perpustakaan kita agar berstandar nasional,” tegasnya

Konsultan Perpusnas, Nur Amien, mengapresiasi penyelenggaraan perpustakaan kabupaten dan desa di Lombok Timur. Khusus di Perpustakaan Desa beliau kagum dengan kebijakan Kepala Desa dalam mendukung penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Perpusdes yang saya kunjungi sangat bagus. Kondisi gedung sudah menyendiri atau terpisah dari kantor induk desa. Kemudian dari daftar kunjungan juga telihat bahwa ternyata minat kunjung dan minat baca masyarakat terutama di 2 desa sangat besar sehingga perlu penyediaan koleksi dan sarana pendukung untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat,” cetusnya

Nur Amin juga terkesan dengan penyelenggaraan perpusdes yang tidak instan artinya dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, apalagi dua perpusdes ini sudah dilengkapi sarana TIK sehingga tidak hanya ada koleksi buku namun juga pemanfaatan komputer untuk mengakses informasi melalui internet.

Dari hasil survey online dan lapangan ini datanya akan diserahkan kepada Perpusnas RI sebagai laporan kepada Perpusnas yang akan dipergunakan untuk pengusulan dan penunjukkan program yang akan dipergunakan dalam pembinaan perpustakaan oleh Perpustakaan Nasional RI.

Jika dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya ke Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Timur merupakan yang terbaik menurutnya. Kondisi perpustakaan kelurahan di Mataram belum ada yang memiliki gedung khusus sedangkan di KLU masih menempati bangunan darurat mengingat kondisi pasca gempa beberapa tahun lalu.

Sedangkan Kasi Layanan dan Otomasi DPK Lotim, Lalu Nasrun, S.IP.,MM yang juga mendampingi konsultan ke dua desa sampel berharap agar hasil kajian kegemaran membaca secara online dan lapangan ini hasilnya dapat diserahkan ke DPK Lotim juga sebagai acuan dalam mengembangkan layanan DPK Lotim yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendongkrak minat baca untuk lebih lagi termasuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam bangkitkan IPM Lotim.

“Tentu kami selaku Kasi Layanan berharap agar hasil kajian ini dapat segera kami pegang, agar menjadi dasar kami di DPK Lotim untuk memaksimalkan minat baca masyarakat secara optimal,” tutupnya. (*)

BERITA TERKAIT