oleh

Percepat Pemulihan, Pemdes Tete Batu Selatan Siapkan Perdes Pariwisata

Pelaku pariwisata dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tete Batu Selatan mulai berbenah, pasca terjadinya gempa bumi dan Pandemi Covid-19. Bahkan dalam mendukung pemulihan, Pemdes tengah merumuskan awig-awig guna diformalkan menjadi Peraturan Desa (Perdes) Pariwisata.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Ditemui di tempatnya, Zainul, salah satu pelaku pariwisata, yang juga owner dari Tete Batu Place Hotel menyatakan jika saat ini pihaknya tengah berbenah, dan berharap Pemdes merumuskan awig-awig dalam bentuk Perdes agar proses pemulihan pariwisata di Desa Tete Batu Selatan kembali normal, pasca terjadinya gempa di tahun 2018 dan dampak dari Pandemi Covid-19.

“Untuk memulihkan kepariwisataan di Tete Batu ini memang membutuhkan kerjasama semua pihak, kami merasakan sendiri bagaimana dampak gempa dan Corona ini terhadap jumlah tamu dan tentunya pendapatan kita di sini, mungkin apabila ada awig-awig seperti Perdes yang mengatur tentu lebih cepat” kata Zainul, Minggu (30/08/2020).

Zainul menambahkan, proses pemulihan pariwisata di Tete Batu Selatan harus secepatnya diupayakan, karena menurutnya segmen pariwisata sangat berpengaruh terhadap ekonomi, karena menghasilkan dampak domino dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu pariwisata ini sangat penting, secepatnya harus dipulihkan secara bersama karena sampai sangat besar dalam pendapatan masyarakat,” imbuhnya.

Kades Tete Batu Selatan, Zohri Rahman ketika dikonfirmasi terkait harapan salah satu pelaku pariwisata yang berharap adanya awig-awig yang kemudian diformalkan dalam Perdes untuk mempercepat pemulihan pariwisata Tete Batu Selatan, menjabarkan secara lugas terkait realisasi harapan itu.

“Awig-awig memang saat ini belum ada secara tertulis, tapi dalam tiga bulan ke depan, Pemdes tengah berupaya untuk segera menbentuknya dalam bentuk peraturan desa yang khusus mengatur roda kepariwisataan Tete Batu Selatan, karena ini sangat penting untuk mendukung jalannya perbaikan iklim pariwisata kita yang terpuruk,” tuturnya.

Zohri bahkan menuturkan, jika saat ini telah disahkan 10 Perdes yang berkolerasi dengan Perdes Pariwisata yang ditargetkan ditetapkan maksimal dalam jangka waktu 3 bulan kedepan.

“Saat ini sudah ada 10 Perdes kita yang berhubungan dengan Perdes Pariwisata, karena 10 Perdes itu terkait dengan ekosistem kita, seperti tentang kebersihan dan lain sebagainya, intinya itukan satu nafas dengan Perdes Pariwisata itu,” tekasnya.

Bahkan dirinya berharap jika setelah berlakunya Perdes Pariwisata, geliat pariwisata Tete Batu Selatan bertumbuh dan beriringan dengan nilai kearifan lokal, utamanya terkait dengan norma agama dan budaya.

“Kami tentu berharap dengan berlakunya nanti Perdes Pariwisata, dapat sebagai acuan dalam pemulihan dan pengelolaan pariwisata di Tete Batu Selatan sejalan dengan nilai agama dan budaya kita, agar tidak terkesan jika pariwisata tidak menihilkan adat istiadat kita,” tutupnya. (Cr-Pin)