oleh

Peran Perpustakaan Wujudkan SDM Unggul Demi Indonesia Maju

banner 300500

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengadakan kegiatan Bincang Literasi Daring (BILING#3) dengan topik Peran Perpustakaan Wujdukan SDM Unggul Indonesia Maju.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pemateri BILING#3 antara lain, Kabid Pembinaan dan Pengembangan DPK Lotim, Lalu Nadi Abidin Ali, SP.,MM, Akademisi dari Universitas Diponegoro, Yanuar Yoga Prasetyawan, M.Hum dan Kepala Perpustakaan Desa Rempung Lotim, Muhammad Irawadi, SH.

Kegiatan BILING#3 adalah kelanjutan dari seri-seri sebelumnya di mana tiap seri mengangkat topik yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi kekinian dunia perpustakaan dan pengembangan informasi. Kegiatan ini juga dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap tanggal 14 September dan Bulan Gemar Membaca. Adapun kegiatan ini dilaksanakan, Kamis, (17/09/2020).

Di era pandemi saat ini tentu tidak semua orang bebas keluar rumah untuk berkunjung ke perpustakaan. Oleh karena DPK Lotim berinovasi agar masyarakat tetap hadir di peprustakaan meski melalui ruang virtual.

Adanya Teknologi video conference saat ini sangat membantu layanan perpustakaan agar tetap hadir di tengah-tengah masyarakat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan wawasan baru sebagai wujud implementasi peran dan fungsi perpustakaan, khususnya di kabupaten dalam menyebarluaskan informasi tanpa batas ruang dan waktu.

Pemateri pertama yaitu Lalu Nadi Abidin Ali, menyampaikan materi tentang Literasi untuk kesejahteraan. Beliau menjelaskan tentang strategi terutama kebijakan Pemerintah daerah melalui DPK Lotim, terkait pengembangan perpustakaan yang bertransformasi berbasis inklusi sosial.

“Tidak hanya layanan perpustakaan kabupaten saja yang berinklusi sosial tetapi juga perpustakaan umum desa dan kelurahan,” katanya.

Lanjutnya, saat ini DPK Lotim telah mereplikasi tidak kurang dari 35 desa dan kelurahan hingga 2020. Baik yang didukung oleh APBN maupun APBD,” imbuhnya.

Kegiatan perpustakaan berbasis inklusi sosial menyasar kepada implementasi dari sumber informasi yang disediakan oleh perpustakaan baik melalui buku, komputer, internet dan pelatihan. Masyarakat tidak lagi memandang perpustakaan sebagai tempat baca dan pinjam buku semata tapi lebih kepada pusat kegiatan dan belajar masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup menuju masyarakat sejahtera.

“Di perpustakaan kabupaten telah mengadakan pelatihan membuat kue, wirausaha katering hingga rias pengantin. Adanya kegiatan ini menjadikan perpustakaan lebih seru dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Lebih jauh, Lalu Nadi menjelaskan perpustakaan mempunyai peran strategis sebagai penyedia akses informasi dan community centre (pusat komunitas) sebab penguatan peran perpustakaan dalam peningkatan kesejahteraan sudah masuk dalam RPJMN 2020-2024 yang disusun Bappenas RI.

Pemateri kedua yaitu Yanuar Yoga Prasetyawan, menyampaiakn materi tentang Mengenal Pengalaman Informasi, teori dan praktik.

“Pada era saat ini media sosial memegang andil dalam pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Khususnya bagi kaum milenial yang cenderung banyak menghabiskan waktu didunia digital,” jelasnya.

Yanuar menagambil contoh hasil penelitiannya beberapa saat lalu tentang Pengalaman Remaja mengunakan media Sosial sebagai sarana pemenuhan informasi dalam pemilihan kepala negara.

“Media sosial menebar berbagai macam informasi yang masih diragukan kebenarannya. Berita bohong seperti hoax menjadi ancaman bagi remaja yang belum fasih memilah sumber informasi terpercaya dan tidak. Perilaku pencarian informasi yang dilakukan seseorang menggambarkan bagaimana informasi mempengaruhi kualitas SDM,” tegasnya.

Terlepas dari itu, Yanuar juga mengatakan jika media sosial di sisi lain memberi peluang yaitu sebagai media pembelajaran bagi masyarakat khususnya remaja dalam mengetahui informasi yang benar dan tidak serta akses konektivitas menuju konten-konten yang memajukan dirinya.

“Tidak hanya kebutuhan informasi saja yang difokuskan perpustakaan tetapi juga kebutuhan aktualisasi dari pemustakanya semisal fasilitas spot instagrammable dan ruang diskusi yang nyaman dan ditunjang kelengkapan memadai seperti akses internet, interior menarik dan keramahan petugas tentunya,” tuturnya.

Pemateri ketiga yaitu Muhammad Irawadi, Ia menyampaikan materi tentang SDM Unggul melalui Perpustakaan Desa.

Irwadi berbagi pengalaman dan pengetahuan selama mengelola perpustakan desa dari awal hingga mampu meraih Juara 1 Tingkat Nasional di tahun 2019.

“Kerja sama tim internal pengelola perpustakaan harus dibangun sesolid mungkin, sebab disadari atau tidak pengelola memiliki peran signifikan dalam menentukan perpustakaan desa maju atau tidak,” tukasnya.

Sambungnya, pengelola perpustakaan harus mampu melakukan advokasi dan inovasi kekinian. Di masa pandemi saat ini apalagi, muncul keresahan yang tak berkesudahan melihat banyak peserta didik atau siswa yang belajar dari rumah atau melalui daring.

Terkait dengan fakta itu, justru Ia memandang hal itu tidak efektif karena ada dampak negatif bagi anak untuk menyalahgunakan sarana pengakses internet untuk hal-hal di luar konten kegiatan belajar.

Menjawab itu, Irwadi menegaskan, “perpustakaan desa mampu tampil sebagai solusi dengan kegiatan berbasis inklusi untuk peningkatan kapasitas masyarakat melalui sumber bacaan varitif, akses internet sehat, pemanfaatan komputer, hingga pelatihan-pelatihan ketrampilan hidup,” ulasnya.

“Hasilnya sudah ada dengan membaiknya kesejahteraan masyarakat semisal petani cabai yang meraup hasil yang menguntungkan, kaum disabilitas yang mampu berkarya hingga masyarakat yang meraih beasiswa pendidikan hingga luar negeri. Itu semua berkat perpustakaan desa,” katanya.

Pada akhir kegiatan Bapak Lalu Nadi berpesan agar semua masyarakat mendorong penguatan literasi mulai dari kelurga terkecil di masyarakat. Sebab penguatan literasi menjadi solusi konkret dalam peningkatan kualitas SDM Unggul Menuju Indonesia Maju.

“Saya berpesan kepada masyarakat dan keluarga sebagai sekup terkecil untuk mendorong penguatan literasi. Karena hanya dengan literasi yang baik kita bisa mewujudkan SDM yang maju dan menjadikan negara ini maju,” tutupnya (Cr-Pin).

BERITA TERKAIT