oleh

Pembangunan RTLH di Lotim Mengalami Penambahan Ditengah Rasionalisasi Anggaran

-Headline-261 views
banner 300500

Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Sahri mengemukakan jika realisasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Lotim mengalami penambahan, pun beberapa anggaran untuk kebijakan lain mengalami rasionalisasi sebagai dampak dari Pandemi Covid-19.

Lombok Timur, Corongrakyat.co.id- Beberapa program kebijakan di Dinas Perkim Lotim, mengalami pengurangan dan penundaan sebagai akibat rasionalisasi anggaran, tapi untuk pembangunan RTLH justru mengalami peningkatan. Hal itu dikemukakan Kadis Perkim, Sahri, Senin (15/06/2020).

Adapun program yang mengalami pengurangan adalah program sanitasi yang dananya bersumber dari dua pos anggaran yakni Dana Insentif Daerah (DID) yang terpangkas 50 persen dan pembangunan jalan Transportasi Desa (Trandes) yang ditunda.

“Anggaran untuk program pembangunan sanitasi yang dananya dari DID mengalami pemangkasan 50 persen, tapi pembangunan MCK Plus yang dananya bersumber dari DAK pemerintah pusat tidak terpotong, karena pengerjaannya di awal tahun,” katanya.

Sementara imbuhnya untuk pembangunan jalan Trandes dari Kementerian PDDT terpangkas sepenuhnya 100 persen, “tapi anggaran untuk Trandes semuanya 100 persen terpangkas”.

Kedua program kebijakan yang berada di bawah leading secctor Dinas Perkim Lotim tersebut beda halnya dengan realisasi pembangunan RTLH yang justru mengalami peningkatan unit.

“Kami telah mengerjakan RTLH sebanyak 322 unit, dengan anggaran 5 M lebih, dan akan bertambah 21 unit dari anggaran Pokir DPRD Lotim yang sebelumnya telah dilakukan rasionalisasi,” jelas Sahri.

Menyikapi itu pihaknya menambahkan tetap melakukan kordinasi intensif, utamanya dengan pihak DPRD terkait dengan anggaran Pokir untuk RTLH.

Tapi dijelaskannya pula, realisasi pembangunan RTLH di Lotim yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) DPR RI justru mengalami penambahan kuota, yakni dari 230, bertambah menjadi 330 unit RTLH di tahun 2020.

“Alhamdulillah berdasarkan informasi terkini di Lombok Timur setelah kami bersama Bupati berkoordinasi dengan Surya Jaya Purnama beberapa waktu yang lalu, kita mendapatkan tambahan jumlah RTLH dari Pokir DPR RI, semula 230 bertambah menjadi 330 unit,” ungkapnya.

Tidak sebatas itu, penambahan kuota RTLH di tengah Covid-19 juga didapatkan Lotim dari program Kementerian PUPR, dari semulanya direncanakan dibangun 500 unit, justru ditambah, sehinggamenjadi 560 unit RTLH.

“Kita juga dapat penambahan RTLH dari pemeriksaan pusat, dari yang awal direncanakan 500, tapi terjadi penambahan 60 unit, sehingga berjumlah 560 unit,” terangnya.

Atas dilakukannya rasionalisasi anggaran pemerintah dan adanya penambahan kuota RTLH yang bersumber dari anggaran Pokir DPR, maka total jumlah RTLH yang akan direalisasikan di Lotim berjumlah 1233 unit RTLH.

Ditanyakan mengenai langkah implementasi kedepannya mengenai kebijakan yang telah dianggarkan tapi tidak dilaksanakan, oleh karena dampak Pandemi Covid-19, Sahri menyatakan jika kebijakan tersebut akan diupayakan untuk dianggarkan pada alokasi anggaran tahun depan.

“Kami akan mengupayakan apa yang batal dieksekusi tahun ini oleh karena alasan Corona, untuk kami usulkan dan laksanakan tahun depan, hanya saja kami belum bisa memastikan,” tutupnya. (Cr-Pin)