oleh

Pemantapan Rampung, Program “Lotim Berkembang” Dilaunching Awal September

banner 300500

Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim), H. Rumaksi, SJ. S.H bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perwakilan BRI dan BNI berserta beberapa Kepala SKPD terkait menggelar rapat koordinasi terkait dengan mekanisme pelaksanan program Lotim Berkembang dan penentuan hari launching program tersebut.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Dalam sambutannya, H. Rumaksi menegaskan jika program Lotim Berkembang merupakan bentuk ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama untuk para peternak yang notabene banyak hidup di bawah garis kemiskinan.

“Tujuan dari program ini tentu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Memang prinsip dari program ini adalah mendidik masyarakat, jangan kita suapi saja secara konvensional, nanti hilang dia seperti kasus yang lalu, kita beri besoknya langsung dijual nanti, sekarang tidak karena mereka harus mengembalikan uang yang 15 juta ini, dan dipastikan masyarakat kita diuntungkan,” kata Rumaksi, Selasa (25/08/2020).

Dirinya menambahkan, skema bunga yang dibebankan kepada penerima manfaat sebesar 6 persen, tapi semuanya dibayarkan oleh Pemda Lotim.

“Bank memberikan bantuan masyarakat kredit dengan bunga 6 persen. Bunga 6 persen ini disubsidi oleh kita, jadinya bunga bagi masyarakat itu 0 persen. Dengan asuransi semua lengkap, kita yang akan bayarkan ke Jasindo, tapi tetap dengan prosedurnya,” tekasnya.

Adapun sistem dan mekanisme penyaluran bantuan KUR bagi para penerima manfaat ini melibatkan dua perbankan, yakni BRI dan BNI. Pihak bank yang hadir dalam kesempatan itu menegaskan kesiapannya dalam mendukung program Lotim Berkembang ini.

“Kami siap realisasi, detik ini siap, kita tunggu instruksi dari bapak.
Jika bapak berkenan, kita bisa mendatangkan 4 atau 5 penerima KUR Sapi, sebagai simbolik pada saat penandatanganan MoU,” tegas perwakilan BRI.

Terkait dengan pelaksanaan launching program ini, Kabag Humas Pemkab Lotim menawarkan kepada peserta rapat agar pelaksanaan launching dirangkai dengan acara peringatan HUT Lotim yang ke 125.

Menanggapi tawaran itu, perwakilan OJK yang hadir menawarkan kembali, jika launching program ini dipisah dari rangakaian HUT Lotim, mengingat launching ini telah dirancang sebelumnya dan merupakan gaung yang sangat menarik.

Rapat Koordinasi mekanisme pelaksanan program Lotim Berkembang

“Kita berharap karena ini gaungnya bagus, acaranya bagus bagaimana kalau kami tawarkan jika acaranya dipisah dan ada perwakilan peternak,” usul perwakilan OJK.

Menyambut usul itu, Wabup Rumaksi merespon, dan menawarkan kembali kepada Kabag Humas untuk mengakomodir usulan OJK itu, karena terkait dengan sumber pendanaan bersumber dari OJK dan kegiatan ini pun sejatinya telah direncanakan jauh sebelumnya.

“Kita rencanakan 18 Maret, sebelum Covid-19, karena memang kita sudah rencanakan, ini program pertama sehingga Pak Wamendes akan datang awalnya, tapi karena covid kita tawarkan lagi Wamendes tidak berani. Jadinya saya usul dipisah saja karena pendanaan semua dari OJK,” ulas Rumaksi.

Setelah mendengar usulan dan pertimbangan dari peserta rapat yang hadir, akhirnya diputuskan bersama, jika pelaksanaaan launching akan diadakan pada tanggal 3 September mendatang, di Lapangan Tugu Selong.

Seusai rapat, awak media ini menanyakan kepada Rumaksi, utamanya dengan target penerima manfaat dan sistem pengawasan setelah program ini terealisasi kepada peternak penerima manfaat.

“Kita menargetkan 5000 peternak, karena kita sudah anggarkan 5 miliar. Untuk penerima, KUR ini kreditnya per orang, bukan kelompok dan untuk pengawasannya nanti akan melibatkan Pol-PP, nanti difoto kemudian dikontrol setiap bulan,” tutup Rumaksi. (Cr-Pin).

BERITA TERKAIT