oleh

Patut Ditiru, Pemdes Sukadana Kelola Tanah Pecatu untuk Bantu Masyarakat

banner 300500

Pemerintah Desa (Pemdes) Sukadana kelola tanah pecatu Desa yang ditanami jagung dan padi yang kemudian hasilnya dibagikan kepada masyarakat  kurang mampu dan membutuhkan.

LOMBOK TIMUR,Corongrakyat.co.id -Tanah pecatu yang dikenal dalam rumpun adat suku Sasak di Pulau Lombok dikonsepsikan sebagai tanah yang diberikan kepada pejabat tertentu oleh masyarakat adat untuk menyelenggarakan pemerintahan di wilayahnya berdasarkan perinsip bahwa tanah tersebut diberikan salama yang bersangkutan memangku jabatan.

Di Lombok Timur, salah seorang Kepala Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur Lalu Diraksa, Jum’at (11/9), kembali melauncing program penyaluran santunan bagi 186 anak Yatim dari hasil panen tanah pecatu Desa.

Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi Lumbung Desa Sukadana, dan di hadiri oleh seluruh Kepala Wilayah (Kawil) Desa Sukadana, tokoh masyarakat. dan Kabid kedaruratan dan logistik BPBD Lombok Timur.

Lalu Diraksa Kepala Desa Sukadana menuturkan, Program pemberdayaan kepada masyarakat berupa pemberian beras melalui hasil pengelokaan tanah pecatu Desa ini merupakan ikhtiar pemerintah Desa Sukadana untuk dapat membantu masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang di mulai sejak Tahun 2019 lalu.

“Santunan bagi anak yatim dan lansia yang baru di launcing, kami berikan murni dari hasil pengelolaan tanah pecatu Desa yang seluas 6 hektar” ucapnya

Lalu Diraksa menambahkan, untuk Stock gabah yang dapat di hasilkan dari pengelolaan tanah pecatu Desa saat ini mencapai 50 ton gabah kering, dan hingga hari ini masih tersisa sekitar 33 ton dan siap akan kembali di salurkan kepada masyarakat.

Adapun program seperti ini bukan kali pertama dilakukan oleh Desa Sukadana, melainkan telah di mulai sejak Tahun 2019 lalu, hanya saja program sebelumnya di khususkan bagi masyarakat yang sakit menahun, Lansia dan masyarakat yang sadar akan kebersihan lingkungan Desa, adapun santunan setiap bulan yang di berikan berupa 10 kilo gram beras dari hasil pengelolaan tanah pecatu Desa.

Masih kata Diraksa jumlah masyarakat miskin di Desa Sukadana, saat ini masih mencapai sekitar 30 persen dari total jumlah penduduk 11 ribu jiwa, sementara ata-rata mata pencaharian masyarakat Desa Sukadana merupakan buruh tani, tani dan ternak.

Lebih jauh Dirinya mengatakan pada musim kali ini lahan pecatu Desa, tengah di tanami tanaman jagung dan pada musim panen mendatang Kades Lalu Diraksa, berencana akan menjual hasil panen jagung, kemudian hasil penjualan akan di salurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk ternak sapi.

“Kedepan, selain terus melanjutkan program sosial ini, saya juga punya keinginan menjadikan Desa Sukadana sebagai Desa dengan seribu ternak sapi” ungkapnya. (Cr-wenk).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *