oleh

Pasien Positif Corona Bukan Aib, DPD KNPI Minta Data Terpapar Dibuka Kepublik

-Aspirasi-523 views
banner 300500

Semakin masifnya persebaran Pandemi Covid-19, termasuk
di Lombok Timur disikapi serius oleh para pihak terkait,
termasuk Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Timur, Kamis (09/03/2020).

Lombok Timur, Corongrakyat.co.id- Persebaran Covid-19 semakin meluas di Kab. Lombok Timur, berdasarkan data dari Posko Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19, Kab. Lombok Timur, per 8 April tercatat 1294 dalam kategori ODP, 14 PDP dan 4 positif terjangkit Covid-19, rupanya hal itu mendapat perhatian dari pengurus KNPI Lombok Timur.

Ditemui di sela-sela rapat Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lombok Timur. Wakil Ketua KNPI Lombok Timur, Andi Budiman memberikan apresiasi kepada Pemda Kab. Lombok Timur, utamanya kepada Tim Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19 yang telah berusaha maksimal dalam penanggulangan Covid-19, dan menekankan perlu adanya komunikasi publik yang baik antar semua elemen, terutama antara pemerintah dan masyarakat.

“Saat ini Covid-19 bukan hanya penyakit biologis, melainkan mengarah pada penyakit sosial yang berbahaya terhadap integrasi sosial masyarakat, dari itu stigma dan prasangka negatif masyarakat terhadap penderita Covid-19, baik itu secara pribadi dan keluarganya tidak boleh dilakukan,” kata Andi.

Dirinya menekankan, agar masyarakat bisa menerima siapapun yang tersuspect Covid-19 , dan tidak bersikap berlebihan apalagi melakukan pengucilan, karena hal itu akan berdampak pada psikologis pribadi penderita dan keluarganya, ingat penderita Covid-19 bukan aib, maka merupakan tanggung jawab moral kita untuk menanggulanginya bersama” imbuh Andi.

Lebih jauh dirinya berharap agar pemerintah, melalui tim gugus percepatan pencegahan Covid-19 mengumumkan orang yang terindikasi Covid-19 (ODP, PDP dan Positif) secara detail supaya masyarakat secara mandiri dapat mempraktikkan anjuran social distancing dan physical distancing dari pemerintah.

“Pemerintah harusnya mengumumkan warga yang terindikasi secara by name, by addres, bukan menyebut nama wilayah kecamatan atau kabupaten warga terindikasi Covid-19 secara umum.

Akibat dari pola konfirmasi dan pengumuman dari pemerintah semacam itu, warga wilayah atau warga di luar wilayah yang disebut luas tersebut menjadi panik dan ketakutan, ini mengganggu mental masyarakat dan itu berbahaya,” terangnya.

Atas hal itu, dirinya berharap agar pemerintah melakukan edukasi mendalam kepada masyarakat, terlebih utama kepada para generasi muda selaku agen perubahan dan garda terdepan pembangunan di Lombok Timur. Jika itu dilakukan, maka di satu sisi masyarakat mawas diri dan di sisi lain tidak berlaku diskriminatif, karena Covid-19 ini bisa terjadi pada siapa saja, maka dari itu kita harus bersatu, pemudalah yang memiliki peran utama atas semua itu” tutup Wakil Ketua KNPI Bidang Partisipasi dan Pembangunan Daerah ini. (Cr-Alpin)