oleh

NW Studies II: Mengenal Nahdlatul Wathan Dari Berbagai Perspektif

SETELAH membaca Buku NW Studies II ini membuka mata saya tentang pendidikan modern di pondok pesantren. Di dalam buku ini terdapat banyak sekali pelajaran yang membahas tentang pendidikan di dalam pondok pesantren tidak seperti yang saya pikirkan selama ini bahwa pondok pesantren adalah adalah lembaga pendidikan yang dianggap ketinggalan zaman, justru di justru di pondok pesantren pendidikan sangat modern.

Madrasah sebagai sebutan dari sekolah yang ada di pondok pesantren menganut pendidikan atau mata pelajaran yang sama seperti sekolah-sekolah pada umumnya namun memiliki mata pelajaran tambahan yakni beberapa pelajaran tentang ilmu agama.

Banyak sekali mata pelajaran yang dapat mengungkap kebenaran agama berdasarkan mata pelajaran umum atau sains modern yang membuktikan eksistensi agama Islam di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam buku ini ilmu sains disandingkan dengan mata pelajaran agama.

Buku ini menyajikan integrasi antara cara ilmu agama dan sains modern dengan memberikan tabel contoh didalamnya berupa ilmu biologi, matematika, fisika, kimia dengan menyandingkan beberapa ayat al-Quran yang singkron dengan ilmu modern atau sains tersebut. Ini adalah kurikulum yang berbeda dengan sekolah-sekolah umum lainnya.

Dalam buku ini juga membahas tentang sejarah pendidikan Islam di pulau Lombok yang mana setiap generasinya selalu ada perubahan kurikulum yang menjadikan madrasah lebih maju daripada sebelumnya.

Jadi, tidak heran, banyak sekali para pembaharu, para tokoh-tokoh yang lahir dari lingkungan pondok pesantren atau madrasah. Sebagai salah satu negara dengan mayoritas agama Islam sudah sepatutnya, pondok pesantren atau madrasah menjadi satu wadah pendidikan formal utama di nusantara.

Buku ini juga di kupas habis tentang perjuangan Pahlawan Nasional asli NTB yakni Tuan Guru Kyai haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang menjadi pejuang pendidikan di NTB khususnya di pulau Lombok mulai dari zaman penjajahan, hingga diraihnya kemerdekaan.

Buku ini membahas banyak tentang organisasi Islam terbesar di NTB yakni Nahdatul Wathan yang menyajikan perjuangan NW dalam bidang sosial, pendidikan, dan dakwah. Buku ini banyak mengingatkan kita tentang pesan-pesan Pahlawan Nasional, Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang dirangkum dalam sebuah tulisan yaitu renungan masa. Di dalam renungan masa tersebut banyak sekali hal-hal ilmiah yang kita dapatkan, mulai dari pelajaran sosiologi hingga ekonomi yang dirangkai dengan bait-bait puisi.

Banyak sekali kita lihat orang-orang yang atau tokoh-tokoh agama berdakwah melalui media formal berupa mimbar-mimbar majelis pengajian lalu menyampaikan materi yang belum tentu bisa diserap oleh semua kalangan. Namun di dalam buku ini menyajikan tentang cara dakwah modern yang dapat menjadi media dakwah yang dapat dipahami oleh semua kalangan.

Dakwah yang dilakukan dengan metode yang yang dipaparkan di dalam buku ini sangatlah modern dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Salah satu empat akhir dalam buku ini membahas tentang metode dakwah yang dilakukan oleh cucu dari pahlawan nasional yakni Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.

Dakwah yang dilakukan oleh tuan Guru Bajang melalui jalur politik memberikan kita pelajaran bahwa dakwah tidak sebatas disampaikan melalui mimbar saja. Namun dakwah juga bisa dilakukan melalui kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Tuan Guru Bajang selama memimpin NTB. Salah satunya adalah mengubah Bank NTB yang awalnya konvensional menjadi Bank NTB Syariah.

Tentunya hari ini adalah suatu prestasi bagi NTB di kancah nasional yang mana hanya ada 2 daerah atau provinsi yang memiliki bank BUMD Syariah yakni, NTB dan Aceh.

Dalam dakwah politiknya di buku ini, dibahas juga tentang pro kontra dakwah politik yang dilakukan oleh Tuan Guru Bajang, namun pro-kontra tersebut dikupas habis dengan menyajikan fakta-fakta yang membuat pro kontra terhadap dakwah politik Tuan Guru Bajang menjadi hal yang dapat masuk akal di kalangan Ulama maupun masyarakat biasa.

Yang menarik di dalam buku ini adalah salah satu sebab khusus yang membahas tentang keterlibatan Tuan Guru dalam proses perpolitikan di NTB ini. Di dalam buku ini dibahas beberapa tipe atau karakter tuan Guru yang berperan dalam perpolitikan daerah baik itu dari segi perannya secara langsung maupun secara tidak langsung. Yang lebih hebat lagi dalam buku ini adalah di akhir tulisan buku ini beberapa lembar terakhir membahas tentang wasiat renungan masa yang menurut saya ditaruh di bab akhir karena dapat menetralkan pikiran pembaca setelah membaca beberapa BAB di dalam buku ini yang memuat pro kontra baik dari segi pendidikan sosial maupun dakwah yang ada ada di NTB.

Oleh: Tamhid (Pemuda NW)

Resensi Buku NW Studies II, Cetakan I April 2020, diterbitkan Nathan Indonesia dan LKIK, jumlah halaman: 317

BERITA TERKAIT