oleh

Naik Kelas, Kini RSUD Soedjono Selong Setara dengan RSUP dan RSUD Kota

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong, akhirnya mengalami perubahan tipe, dari sebelumnya tipe C ke tipe B. Hal ini tidak terlepas dari pembenahan dan peningkatan kapasitas SDM dan kualitas layanan dan sarana prasarana yang ada di RSUD dr. R. Soedjono Selong.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Ditemui di ruangannya, Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Muh. Tantowi Jauhari, Sp.B memaparkan secara rigit langkah-langkah pihaknya, sehingga RSUD dr. R. Soedjono Selong bisa naik kelas menjadi tipe B.

“Persyaratan rumah sakit sehingga menjadi tipe B itu, kita mengacu pada PMK Nomor 3, yang pertama adalah jumlah bad, minimal 200 bad, kemudian ketenagaan SDM, fasilitas dan sebagainya. Pada awalnya kita harus lakukan self-assesment, kita lakukan penilaian sendiri, kita semua memenuhi,” katanya, Rabu (26/08/2020).

Tantowi melanjutkan, dari proses self-assesment yang telah dilakukan, diketahui jika jumlah intensif care unit yang ada di RSUD dr. R. Soedjono lebih dari standar rumah sakit tipe B.

“Jumlah bad kita mencapai 300 unit, kapasitas intensif care unit kita 8 persen dari itu, jumlahnya mencapai 24 unit, dari ketenagaan, spesialis dan sub-spesialis kita juga memenuhi syarat,” terangnya.

Ia melanjutkan, paramater lain yang menjadi acuan kenapa suatu rumah sakit bisa berubah menjadi tipe B adalah tersedianya layanan unggulan, yang merupakan layanan dari spesialis yang tersedia.

“Spesialis yang kita punya seperti spesialis bedah mulut, ortodontis, paru, jantung, kemudian ada juga spesialis konsultan, kita ada dua phetomathernal dan hematologi dan ini menjadi layanan unggulan kita, karena rumah sakit tipe B itu harus ada layanan unggulan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Tantowi menegaskan, jika layanan phetomathernal yang ada di RSUD dr. R. Soedjono Selong merupakan satu-satunya yang ada di NTB. “Layanan ini satu-satunya di NTB, layanan phetomathernal ini adalah semacam deteksi atau diagnosa kondisi janin yang ada di rahim ibu,” tekasnya.

Selain indikator itu, ada indikator lain yang juga merupakan barometer lain penilaian tim visitasi yang tidak kalah penting, yakni perizinan, termasuk juga pengolahan limbah.

“Setelah self-assesment, kita lakukan konsultasi ke pelayanan rujukan Kementerian Kesehatan RI, kita lakukan dua kali, setelah itu kita ajukan permohonan visitasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, lalu muncullah rekomendasi yang diajukan ke Kementerian Kesehatan RI untuk menjadi syarat utama naik menjadi tipe B,” ulasnya.

Terkait dengan capaian RSUD dr. R. Soedjono yang berhasil naik tingkat dibawah nahkodanya, Tantowi menegaskan jika ini bukan merupakan capaian akhir.

“Kenaikan kelas ini bukan merupakan capaian akhir, tapi justru ini adalah entry poin bagi kita untuk melengkapi semua yang masih kurang,” tuturnya.

Terkait capaian yang telah diraih ini, Ia menegaskan pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas baik insfratruktur dan layanan rumah sakit. Dirinya juga berharap capaian ini menjadi lokomotif untuk meningkatkan sistem perumahsakitan di Lombok Timur, artinya harus ada singkronisasi dengan perkembangan rumah sakit yang lain.

“Atas capaian ini, saya ingin menyampaikan kepada masyarakat Lombok Timur bahwa RSUD Soedjono adalah milik kita, milik masyarakat Lombok Timur, jadi kami berharap masyarakat memberikan dukungan untuk terus berbenah, karena perbaikan rumah sakit sifatnya continue improvement, membutuhkan proses terus menerus karena rumah sakit ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Timur ke depan,” pungkasnya. (Cr-Pin)