oleh

LPG Subsidi Langka, Disperindag Lotim Akan Sidak Distributor

banner 300500

Langkanya tabung gas elpiji 3 kg di pasaran akhir-akhir ini, disikapi serius oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim, terkait hal itu, Disperindag Lotim berencana akan lakukan sidak ke agen dan pangkalan distributor

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kabid Perdagangan, Disperindag Lotim, Mirza Sopian menyatakan, jika kelangkaan gas LPG 3 kg tidak diakibatkan oleh pengurangan pasokan kuota.

“Tidak ada pengurangan karena kuota per tahun tetap, sebanyak 27.278 ton,” katanya, Rabu (12/08/2020).

Mirza menduga, jika terjadinya kelangkaan diakibatkan oleh aktivitas masyarakat yang mulai normal, pasca penerapan kebiasaan normal baru.

“Kami duga setelah new normal banyak aktivitas masyarakat baik itu aktivitas pedagang kuliner, PKL dan hajatan-hajatan,” imbuhnya.

Bahkan selain aktivitas itu, dirinya juga menduga jika akibat terjadinya kelangkaan juga dikarenakan saat ini tengah terjadi budidaya tembakau, “disaat bersamaan ada budidaya tembakau, kami duga ini juga yang mengakibatkan kelangkaan,” ulasnya.

Ditanyakan kembali mengenai pasokan dan distribusi kuota yang sama setiap bulan, namun kerap terjadi kelangkaan pada bulan tertentu, Mirza menjawab diplomatis

“Yaa memang kuota sama per tahun, distribusi setiap bulan sama, tapi sekarang kami membuat konsep jika distribusi di bulan Agustus sampai Oktober akan ditambah,” tuturnya.

Bahkan Ia juga menegaskan, terkait dengan beredarnya foto salah satu truk agen distributor yang memindahkan muatannya pada angkutan lain, pihaknya segera akan lakukan pengecekan, “besok kami cek, sekarang ada kegiatan lain, insyaallah besok kami akan cek agennya, apakah betul kendaraan di foto itu milik mereka dan betulkah itu jalur distribusinya,” tukasnya.

Pada kesempatan itu juga, Mirza menyebut tidak menutup kemungkinan jika terdapat oknum-oknum yang melakukan praktek ilegal berupa penimbunan gas LPG 3 kg, sehingga terjadi kelangkaan.

“Terkait dengan kelangkaan ini, tidak menutup kemungkinan kalau ada praktek penimbunan, makanya kami minta partisipasi masyarakat dan semua elemen termasuk wartawan, untuk membantu kami melakukan pengawasan,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT