oleh

Lotim Berkembang, Ikhtiar Menjawab Asa Peternak Kita

banner 300500

Ikhtiar mengurangi angka kemiskinan di Gumi Patuh Karya terus dilakukan Pemerintah Lombok Timur (Lotim). Kali ini Pemda Lotim berupaya mendongkrak ekonomi masyarakat dengan mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan melaunching program Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit tanpa Bunga (Lotim Berkembang) untuk terwujudnya peternak yang sejahtera.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Wabup Lotim, yang juga ketua HKTI NTB, H. Rumaksi, SJ, S.H beserta stakeholder terkait, perwakilan OJK, Kepala Kantor BI Mataram, BNI, BRI, Jasindo, dan TNI/Polri hadir dalam pengukuhan TPAKD dan launching program “Lotim Berkembang”.

Lotim Berkembang Sebagai Gong Kesejahteraan Kaum Peternak

Wakil Bupati Lombok Timur menabuh Gong Launching Program Lotim Berkembang

Lotim Berkembang adalah program yang dicanangkan matang oleh Pemda Lotim. Progam ini merupakan yang pertama di Indonesia, karena untuk pertama kalinya suatu Pemda hadir menjadi penjamin kredit dan asuransi usaha bagi peternak selaku debitur.

Sekalipun demikian, Pemda Lotim bukan dalam arti memanjakan peternak sebagai peserta program ini. Melainkan berperan sebagai pendidik yang tegas, dengan mengedepankan tanggungjawab kontan para peternak terhadap kreditur.

Langkah itu penting, sebab disiplin dan tanggung jawab adalah kunci kemandirian dan kesejahteraan bagi peternak yang selama ini terjerembab kemiskinan.

Narasi itu bukan tidak beralasan, menilik beberapa kebijakan Pemda di waktu yang lalu, semisal pemberian dana bantuan berupa hibah kepada para mantan narapidana, dan pelaku usaha barang terlarang untuk menjadi wirausahawan mandiri pada komoditi legal, toh juga program itu berujung pada kegagalan.

“Ini pasti karena para peternak wajib mengganti, tidak seperti yang dulu, kita kasih para napi bantuan lewat skema hibah, satu minggu setelah dikasi, uangnya habis untuk beli HP. Kali ini, kalian jangan sekali-kali seperti itu. Karena akan berurusan dengan Kapolres (hukum),” tegas Rumaksi.

“Sekarang tidak, nanti setelah ada sapi, saya perintahkan Pol-PP cek berkala, difoto sapinya, jangan ada lagi saya dengar. Sapi hilang, datang pengawas, pinjam sapi orang. Itu cara lama”

Pertanyaannya, kenapa program terdahulu itu gagal. Karena sifatnya tidak mengikat, dan tidak ada kausalitas segaris antara hak dan kewajiban di dalamnya.

Program Lotim Berkembang tentu berbeda. Karena kepercayaan, hak, kewajiban, tanggungjawab dan sanksi hukum segaris dalam satu tarikan nafas.

TPAKD Sebagai Lokomotif Perubahan

Progam ini tidak sebatas imajinasi yang mengawang, sebab disaat start langkah pertama program ini telah ada kompas sebagai penunjuk arah. Kompas itu adalah TPAKD.

Suatu tim yang bekerja untuk harmoni, pembabat sekat dan formatur swasembada. Tim lintas sektoral, design formasi yang taktis, tanggap, membumi dan laik kita berharap akan berhasil menghadirkan efektifitas dan iklim investasi yang hangat.

Dari itu Pemda Lotim berani mengalokasikan anggaran 5 Milyar, padahal publik paham, jika postur APBD Lotim begitu rapuh pasca terjangan Pandemi Covid-19. Ini keberanian dan kepercayaan yang besar!

“Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada tahun anggaran 2020 ini telah menganggarkan subsidi untuk bunga KUR sebesar Rp. 5 Milyar. Subsidi yang disiapkan tersebut dapat mengakomodir 5.555 peternak dengan suku bunga KUR 6 persen”

Alokasi anggaran yang terbilang besar itu, terang Rumaksi bukan merupakan penentu dari keberhasilan program “Lotim Berkembang”. Tapi menjadi bencana, jika tidak terbangun sinergi, saling percaya, dan motivasi untuk perubahan nasib.

Sekali lagi dalam getar genderang Gong yang tertabuh, gesture dan mimik Rumaksi begitu optimis. Ia tampak menaruh harapan dan percaya penuh jika peternak peserta program berlaku fair. Untuk kesejahteraan rakyat!

Lotim Berkembang Penyambung Asa Peternak

Penandatanganan MoU antara Pemda Lotim dan Pihak Perbankan.

Sektor pertanian (termasuk peternakan) adalah sektor penyangga utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lotim, hingga mencapai 28 persen dari keseluruhan PDRB Lotim. Namun persentase itu tidak diimbangi oleh multi player effect, (perputaran uang). Selain itu, terdapat kecenderungan jika pelaku di sektor ini cenderung konsumtif, dari itu skala produksi harus berakselerasi dan bertranformasi dengan lompatan-lompatan yang terukur.

Tidak berlebihan, jika laik kita membangun sintesa jika program “Lotim Berkembang” merupakan salah satu lompatan strategis. Apalagi dengan hadirnya TPAKD sebagai pemandu. Itu realistis!

Beranjak dari realita itu, salah satu perwakilan peternak peserta program “Lotim Berkembang” meyambung pesan dari Rumaksi.

Perwakilan itu menegaskan dengan nada optimis, jika dengan KUR dari program “Lotim Berkembang” ini mereka merasa sangat terbantu, sebab pemerintah hadir secara langsung dalam bentuk yang riil.

“Kami merasa sangat terbantu oleh program KUR ini, terimakasih kepada Pemda Lotim, BNI, BRI dan semua pihak atas KUR Program Lotim Berkembang ini, sekali lagi kami ucapkan terimakasih, semoga program ini dapat mensejahterakan kami dan kami optimis”

Berjalannya program “Lotim Berkembang” seyogyanya dijadikan momentum untuk mengayunkan langkah bersama, melepas curiga dan terbangun persamaan persepsi. Bukan dalam arti menolak dikotomi, itu adalah bara utama demokrasi.

Terlepas dari semuanya, mari kita optimis dalam iringan instrumen orkestarik. Mengutip ungkapan seorang filosof “keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi”.

Dengan definisi berbeda, mari berkelindan dalam perdebatan-perdebatan, toh pada akhirnya pula kita akan kembali pada kesamaan semangat untuk kesejahteraan masyarakat. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT