oleh

Lagi, Keamanan Wisatawan di Lombok Tengah Dipersoalkan

Salah satu budaya di LOmbok Tengah, nyongkolan
Salah satu budaya di LOmbok Tengah, nyongkolan

Lombok Tengah,CR– Maraknya aksi pembegalan atau pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah kawasan wisata di Lombok Tengah terutama di wilayah selatan, membuat kunjungan wisatawan menjadi terganggu dan mereka merasa was-was untuk berlibur di Lombok Tengah.

Dengan pertimbangan banyaknya terjadi hal seperti itu, pihak terkait dari pihak kepolisian membangun pos-pos terpadu di kawasan tersebut, dengan harapan aksi pembegalan ini bisa di minimalisir kedepan.
Mengenai pembegalan ini,Wakil Bupati Lombok Tengah H.L.Fathul Bahri S.IP saat dikonfirmasi  CR, (18/04/2016) sesaat setelah membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di becingah Adi guna Tastura Praya mengaku belum mengetahui berita tersebut dan baru tahu setelah wartawan mengkonfirmasi terkait hal itu.
Politisi Partai Gerindra ini menyatakan  akan melakukan  koordinasi antar  lembaga, baik itu dari pihak kecamatan, Polsek, Polres, Danramil dan Pemerintah Daerah secara keseluruhan dalam waktu dekat untuk rembuk dan mencari solusi terbaik terkait permasalahan ini.
“Memang pos-pos  sudah beroperasi sebenarnya, namun karna sesuatu dan lain hal, pihak pelaku pencurian bisa beraksi, mudah-mudahan kedepan lebih baiklah kinerja kita,”tambahnya.

Pekan lalu, Jum’at yang lalu dua wisatawan mancanegara dari Filandia dibegal di kawasan wisata seputaran desa Kute. Aksi pelaku ini terendus oleh pihak kepolisian sektor Kute, puihak Kepolisian langsung mengejar  pelaku yang melarikan diri ke pegunungan, namun aksi pelarian pelaku harus terhenti karena pihak aparat berhasil meringkus pelaku curas tersebut.(Tar)