oleh

Kasus Alsintan Tahap Penyidikan, Kejari Lotim Telah Periksa 20 Saksi

Kejari Lotim telah menaikkan status hukum terkait pengadaan Alsintan pada 2018 silam ke tahap penyidikan. Tidak kurang 20 saksi telah diperiksa, untuk penanganan lebih lanjut, saat ini Kejari Lotim masih menunggu hasil audit dari BPKP NTB guna diketahui kerugian negara dalam dugaan kasus tipikor itu.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) saat ini telah menaikkan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi pada proses pengadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) pada tahun 2018 silam ke tahap penyidikan. Bahkan terang Kepala Seksi Intel, Kejari Lotim, L. M. Rasyid pihaknya telah melakukan pemeriksaan 20 saksi yang terkait akan hal itu.

“Kasus Alsintan di tahun 2018 itu saat ini sudah masuk tahap penyidikan. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang ada kaitannya dengan kegiatan itu,” katanya ketika ditemui media ini di sela kesibukannya di ruang kerjanya, Rabu (13/01/2021).

Rasyid juga mengakui, pihaknya telah bersurat kepada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB, agar dilakukan perhitungan oleh tim auditornya guna diketahui persis kerugian negara.

“Kami sudah bersurat ke BPKP NTB agar dilakukan audit kerugian negara dalam kasus ini, hanya saja saat ini kami masih menunggu hasilnya. Lebih cepat lebih baik,” tegasnya.

Adapun paparnya, indikasi tipikor dalam kasus pengadaan Alsintan 2018 lalu itu adalah dari segi pengelolaan yang seharusnya dilakukan oleh kelompok kerja (Pokja) termasuk dalam distribusinya, namun ternyata dilakukan oleh pihak tertentu, sehingga bantuan itu tidak sampai kepada masyarakat yang laik menerima.

“Indikasinya pada kegiatan bantuan Alsintan itu, seharusnya dikelola oleh Pokja, namun tidak dikelola oleh Pokja itu, melainkan oleh pihak-pihak tertentu,” pungkasnya. (Cr-Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *