oleh

Kapolda NTB: Perubahan Dimulai dari Diri Sendiri

Suasana saat acara Wisata Nurani di Aula Mapolres Lombok Timur
Suasana saat acara Wisata Nurani di Aula Mapolres Lombok Timur

 Globalisasi adalah era yang tidak bisa kita hindari, perkembangan zaman begitu pesat sehingga setiap warga negara dituntut untuk lebih responsif dalam menyikapi perubahan zaman tersebut.

 LOMBOK TIMUR,  Corongrakyat.co.id – Ungkapan itu disampaikan Kepala Polisi Daerah (Kapolda) NTB, Drs Srijono, M.Si saat menyampaikan sambutannya pada acara Wisata Nurani di Aula Mapolres Lombok Timur, Senin (12/10/2014).

Dikatakan Kapolda NTB, pada dasarnya setiap manusia memiliki motivasi untuk berprestasi dan memiliki kreatifitas yang tak terbatas untuk berprestasi dan mewujudkan cita-citanya.

“Namun ada dua  hal yang membatasi motivasi dan kreatifitas seseorang, yaitu paradigma atau pola pikirnya dan beban emosi atau energi negatif dalam dirinya,” tambahnya.

Bagaimana seseorang berpikir tentang diri dan tujuannya, akan menentukan motivasi dalam mengambil tindakan dan berkreasi. Sementara beban emosi yang tersimpan seperti kekecewaan, sakit hati, benci, dendam, tidak percaya diri, takut, rasa bersalah, rasa berdosa, dan emosi negatif lainnya akan membuat seseorang sulit berkonsentrasi.

Lebih jauh orang nomor wahid di jajaran Mapolda NTB itu mengatakan, menurunnya kemampuan memori otak bahkan kepada tubuh berpengaruh menurunnya refleks, kekuatan otot, dan metabolisme tubuh.

Dalam kondisi demikianlah seseorang kehilangan motivasi dan daya kreasinya.Untuk menggugah hati dan membuka paradigma seseorang, langkah pertama yang sudah terbukti efektif adalah membuatnya berada dalam emosi yang positif.

Menurut pria kelahiran klaten 1958  ini, karena seringnya menangani demo anrkhis membuat energi Polri saat ini terkuras, sedangkan upaya kambtibmas seolah–olah terabaikan yang akibatnya pelaku tindak kejahatan meningkat sehingga lembaga pemasyarakatanpun menjadi over load.

Jadi untuk saat ini  menurut Kapolda, Polri harus memperkuat paradigma  dengan merubah pola pikir atau mindset ke arah etos kerja yang kondusif.

“Harus ada perubahan dan memulai perubahan jangan menanti dari orang lain tetapi memulainya dari diri sendiri dulu,” pungkas Kapolda NTB. (cr-mj)