oleh

Kabag ULP: Terdapat DAK Tambahan, Proses Tender Berjalan Transparan Tanpa Titipan

banner 300500

Kepala Bagian (Kabag) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lotim, M. Azlan, S.E., M.Ak menyatakan jika Pemda Lotim mendapatkan DAK dari pemerintah pusat dan terkait proses pelelangan tender berjalan transparan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kabag ULP Lotim, M. Azlan menyampaikan jika Pemda Lotim mendapatkan kucuran DAK sebesar 21,4 M yang teralokasi ke beberapa SKPD di lingkup Pemda Lotim.

“Memang terdapat tambahan DAK sebesar 21,4 M, yang tersebar di beberapa OPD, diantaranya di Dishub, PU, Pertanian dan Perkim,” katanya, Kamis (16/07/2020).

Akan tetapi, sekalipun besaran angka akumulatif DAK dan tujuan alokasinya ke SKPD mana telah ditentukan, besaran anggaran yang akan diterima oleh SKPD yang telah ditentukan belum diputuskan.

“Hanya saja persoalannya, saat ini anggaran yang akan diterima oleh OPD itu masih belum dipecah menjadi paket, jadi angkanya masih gelondongan berdasarkan Perpres Nomor 72,” paparnya.

Tapi yang jelas imbuhnya, berdasarkan Perpres tersebut, terjadi penambahan dan atau pengurangan anggaran pada beberapa SKPD.

Terkait dengan adanya tambahan DAK yang diterima Pemda Lotim itu, menurutnya berpengaruh terhadap jadwal penyampaian dokumen tender, dengan mengikuti regulasi turunannya.

“Dalam kondisi normatif, batas akhir dari penyampaian dokumen tender ini sampai dengan tanggal 21 Juli ini, tetapi dengan tambahan ini, tentu ada regulasi baru nanti, itu yang kita tunggu,” ulas Azlan.

Ditanyakan tentang proses pelaksanaan tender yang dilakukan secara online oleh pihak Pokja ULP, terutama terkait dengan indikator dan dasar verifikasi penentuan rekanan pemenang tender, Azlan menjawab ringkas.

“Tentang itu, kita di sini berkerja ekstra, untuk melakukan evaluasi terhadap berkas-berkas yang ada, banyak sisi yang dilihat untuk kita menetapkan pemenang itu,” tuturnya.

Dirinya juga menjelaskan, dalam proses lelang bisa diikuti oleh siapapun, karena bersifat nasional. Apabila terdapat rekanan yang mengikuti proses pelelangan, lalu kemudian rekanan tersebut kalah lelang, maka pihak ULP mempersilakan bersangkutan melakukan proses sanggah dan banding.

“Semua terbuka, kita menggunakan LPSE, jadi tidak ada titipan-titipan. Lelang berlaku secara nasional, dan diikuti oleh rekanan luar daerah juga, jadi semua mereka bersaing secara sehat, dan bagi semua peserta ditampilkan semua pada website LPSE,” ungkapnya.

Sambungnya, selama ini terdapat 59 proses pelelangan yang telah dilakukan oleh ULP Lotim, dan hampir tidak ada persoalan dalam proses tersebut, pun terjadi satu kali sanggahan oleh pihak rekanan, tapi itu sudah diselesaikan.

“Alhamdulilah Pokja melakukan penilaian secara objektif, sampai saat ini dari total 59 lelang, yang menyanggah hanya satu dan semuanya sudah clear,” pungkasnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT