oleh

Gubernur NTB Putuskan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Rumah

-Headline-72 views

Lotim, Corongrakyat.co.id- Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB ) Dr. Zulkieflimansyah. Memutuskan pelaksanaan sholat idul fitri 1441 Hijriyah di laksanakan di rumah, hal ini tertuaang dalam keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor : 003.2.-504 Tahun 2020 tentang penetapan pelaksanaan idul fitri 1 syawal 1441 Hijriyah tetanggal, 19 Mei 2020, yang diunduh pada lamaan htpp/www.corona.ntbprov.go.id

Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB ) Tentang Penetapan Pelaksanaan Idul Fitri 1441 H. ditengah Pademi covid-19

Dalam keputusan tersebut setidaknya memutuskan sebelas Hal Sbb:

  1. Pengumpulan zakat fitrah dan/atau zakat infaq dan sadaqah diusahakan menghindari kontak fisik secara lansgung, dan bisa dilakukan melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan.
  2. Penyaluran zakat fitrah dan /ZIS yang ada di masjid, musholla dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat dapat diberikan secara langsung kepada mustahik dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
  3. Dalam situasi pademi covid-19, takbir dilaksanakan melalui media televisi, radio, media social, dan media digital lainnya.
  4. Takbir dapat dilakukan/dilaksanakan di masjid hanya oleh pengurus takmir masjid.
  5. Sholat idul Fitri 1441 Hijriyah dilakukan/dilaksnakan di rumah amsing-masing.
  6. Silaturahim atau halal bihalal idul fitri 1441 Hijriyah bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference.
  7. Perayaan lebaran topat degan keramaian yang lazim dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah ditiadakan.
  8. Sesuai dengan protokol kesehatan seluruh mall, pusat pembelajaan dan toko-toko pakaian untuk sementara ditutup sejak tanggal, 20 Mei 2020 sampai waktu yang ditentukan kemudian.
  9. Dalam menjalankan ibadah ramdhan dan syawal, seyogyanya masing-masing pihak turut mendorong. Menciptakan dan menjaga kondusifitas kehidupan keberagaman dengan tetap mengedepankan Ukhuwah islamiyah,ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah.
  10. Kepada seluruh aparat keamanan terkait. Pol PP, Camat, Lurah/Kepala Lingkungan dan Ketua RT, dengan selalu melibatkan peran serta aktif dari para tokoh agama,tokoh masyrakat dan organisasi masyarakat lainnya. di masing-masing lingkungan untuk menigkatkan pengawasan dan penertiban agar keputusan Gubernur ini dapat dilaksnakan dalam  rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di provisni Nusa Tenggara Barat.
  11. Senantiasa memperhatikan intruksi pemerintah pusat, dan daerah terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

Dalam akun resmi fecebooknya Gubernur NTB juga kembali menegaskan bahwa pelarangan pelaksanaan sholat idul Fitri di Masjid dan dilapangan berdasarkan musyawarah  dengan Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) NTB, Kememterian Agama, TNI Polri, Kabinda dan Gugus Tugas Covid-19.

Gibernur juga menulis “ Kami tidak mau mengambil resiko dengan sedikit melongarkan kemudian muncul cluster baru yang membuat kita harus melalui proses pengendalian pademi dari awal lagi. Bergelut dengan berbagai keterbatasan alat dan prasana yang membuat tenaga-tenaga kesehatan kita harus menyambung nyawa demi menyembuhkan banyak pasien kita,” Tulisnya. ( Red )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *