oleh

Gelorakan Literasi, Pustakawan DPK Lotim Turun Gunung Kembangkan Perpustakaan Desa

banner 300500

Langkah penting dalam memajukan peradaban adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan budaya literasi. Terkait itu, Pemkab Lotim, dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim melakukan berbagai cara, salah satunya dengan mengembangkan perpustakaan sampai ke tingkat desa.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pustakawan DKP Lotim, Andrea Ardi Ananda, S.Hum, beserta Fasilitator Replikasi Perpuseru (Perpustakaan Seru), Muhamad Herman, S.A.B, mengunjungi Perpustakaan Beriuq Baca Desa Kumbang Kecamatan Masbagik, Selasa (18/08/2020).

Kunjungan ini, menurut Andrea merupakan bentuk semangat dan peringatan hari kemerdekaan, di mana spirit kemerdekaan yang harus diimplementasikan adalah cita-cita negara yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kunjungan ini didasari semangat kemerdekaan yang sedang menggebu-gebu, bagaimana setiap orang pun merdeka untuk belajar dan membaca. Keberadaan perpustakaan desa sangat strategis dalam memfasilitasi setiap orang yang ingin membaca dan mendapatkan ilmu pengetahuan secara gratis, seperti terpatri dalam pembukaan UUD 1945, bahwa negara turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Tim DPK Lotim memilih Perpustakaan Beriuq Baca Desa Kumbung, di samping dua perpustakaan desa yang lain yaitu Perpusdes, Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, dan Pemongkong Kecamatan Jerowaru sebagai mitra, karena merupakan mitra binaan dalam program Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

“Kami memilih Perpustakaan Beriuq Baca dikarenakan salah satu perpusdes mitra DPK Lotim untuk tahun 2020 ini dalam program replikasi perpuseru (Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selain Desa Kumbung juga ada Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur dan Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru,” ulasnya.

Dedi Sutrisno selaku Kepala Perpustakaan Beriuq Baca yang menyambut kedatangan Tim DPK Lotim menjelaskan terkait penamaan Perpusdes yang dikelolanya, “beriuq dalam bahasa Sasak artinya bersama-sama atau bareng-bareng. Jadi filosofi dari nama Beriuq Baca ini adalah bersama-sama gemar membaca atau dengan makna lain, bersama-sama berusaha mencerdaskan masyarakat dengan jalan cinta membaca,” jelasnya.

Dedi lanjut memaparkan terkait fasilitas Perpusdes yang dikelolanya, “Perpustakaan Beriuq Baca saat ini menempati gedung berlantai 2 yang cukup luas. Lantai satu diperuntukkan bagi ruang baca anak serta layanan komputer dan lantai atas untuk ruang baca dewasa. Di lantai bawah maupun atas bisa dikatakan cukup luas sehingga bisa dijadikan tempat belajar bersama, diskusi yang masing-masing dapat menampung 15-20 orang,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu juga, Andrea selaku Pustakawan DPK Lotim menyerahkan titipan sejumlah buku bacaan anak, buku itu merupakan donasi dari donatur yang peduli pada perpusdes, di mana tambahan koleksi ini sangat penting bagi Perpusdes Beriuq Baca, apalagi di masa Belajar dari Rumah (BDR).

“Saya berharap, semakin banyak masyarakat yang dapat menyumbangkan bukunya ke perpustakaan desa agar lebih banyak orang yang mendapatkan manfaat sekaligus meningkatkan minat baca, apalagi di tengah penerapan Belajar dari Rumah. Sebab ketersediaan koleksi buku bacaan yang beragam di perpustakaan menjadi daya tarik masyarakat untuk datang berkunjung,” harap Andrea.

Kunjungan ke Perpusdes Beriuq Baca, oleh Tim DKP Lotim diakhiri dengan melakukan talkshow di stasiun radio yang dikelola langsung oleh pengurus Perpusdes sejak tahun 2006. Melalui stasiun radio ini, pengelola Perpusdes aktif promosi dan mengkampanyekan peningkatan budaya literasi bagi masyarakat.

Pada talkshow itu, Andrea menjelaskan jika fungsi perpustakaan saat ini tidak lagi hanya sebagai tempat pinjam dan baca buku saja, namun lebih dari itu menjadi pusat kegiatan dan belajar masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

“Perpustakaan bukan saja tempat untuk membaca dan meminjam buku, lebih dari itu dan paling penting bahwa perpustakaan juga merupakan sarana atau media untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat,” tekasnya.

Atas hal itu, Andrea berpesan jika semua pihak harus aktif untuk meningkatkan minat baca bagi generasi muda, utamanya yang masih pada usia anak-anak dan mengingatkan jika keluarga berperan penting untuk itu.

“Minat baca perlu ditanamkan sejak usia dini bahkan ketika masih dalam kandungan, peran keluarga terutama orang tua sangatlah penting dalam menanamkan kebiasaan membaca. Orang tua menjadi contoh utama kegiatan literasi dimulai dari keluarga kecil kita,” tutupnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT