oleh

DPP HKTI dan Pemuda Tani HKTI NTB Gelar Sosialisasi Pembentukan Klinik Tani

Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Pemuda Tani HKTI NTB laksanakan sosialisasi pembentukan Klinik Tani HKTI. Diharapkan nantinya, dengan terbentuknya klinik tani itu dapat mempercepat produktivitas dan kesejahteraan petani. Adapun peserta kegiatan itu adalah mitra PD. Agro Selaparang.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Acara sosialisasi itu dilakukan di gedung serbaguna PD. Agro Selaparang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris DPP HKTI NTB, Ketua Pemuda Tani HKTI NTB, Jielly Pratama dan Direktur Utama Agro Selaparang, Sukirman.

Adapun yang menjadi peserta dari sosialisasi itu adalah mitra atau pengecer dari PD. Agro Selaparang yang jumlahnya 58 orang.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris DPP HKTI NTB, Iwan Setiawan mengatakan jika HKTI NTB telah meneken kerjasama dengan PT. Hocky, di mana dalam kesepakatan itu Pemuda Tani HKTI nantinya akan diamanatkan menyalurkan 25 ribu sapi potong Australia per 4 bulan di NTB. Dari itu Ia berharap Pemuda Tani HKTI untuk mengintensifkan penyuluhan.

“Pemuda Tani HKTI akan diberikan tugas untuk mengelola sapi Australia, karena HKTI sudah berkerjasama dengan PT. Hocky. Tolong dipersiapkan untuk penyuluhannya, karena nanti sapi ini akan datang reguler, karena di Lotim akan datang 25000 sapi per setiap 4 bulan,” katanya.

Selain berpesan kepada Ketua Pemuda Tani HKTI NTB, pesan serupa juga ditekankan kepada Direktur Utama PD. Agro Selaparang agar melakukan pembinaan kepada para mitranya.

“Pesan ke Dirut dan mitranya kami berharap Agro bisa menjadi jembatan bagi pengecer, Pemda Lotim dan HKTI, dan sebagai bentuk tanggung jawab moril, saya berharap Pak Dirut melakukan pembinaan karena program ini sifatnya berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Tani HKTI NTB, Jielly Pratama mengatakan tujuan dari Klinik Tani HKTI NTB ini bertujuan untuk melakukan percepatan produksi dan kesejahteraan bagi para petani. Karena selain melakukan pembinaan produksi, klinik itu juga akan mengawal sampai dengan pemasaran.

“Kami bertujuan untuk menjadi agregator bagi petani untuk membina guna meningkatkan produktivitas petani. Maka tujuan dari klinik ini untuk membantu penjualan, dan akan kita jadikan sebagai sentra komoditas pertanian,” tuturnya.

Secara teknis Jielly Pratama juga menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh Klinik HKTI kedepannya.

“Kita juga ada program uji tanah gratis, percepatan teknologi pertanian, konsultasi pemasaran, konsultasi hama dan penyakit, kebutuhan pertanian dan peternakan itu tujuan dari klinik tani,” ujarnya.

Dirinya juga menegaskan, percepatan realisasi Klinik Tani merupakan perintah langsung dari Ketua DPP HKTI NTB, H. Rumaksi SJ, S.H, guna mempercepat kesejahteraan petani, utamanya di Lotim.

“Realisasi Klinik tani ini adalah perintah langsung dari Rumaksi sebagai Ketua DPP HKTI NTB, untuk mempercepat akselerasi kesejahteraan petani kita,” tegasnya.

“Kedepan juga kami akan membangun HKTI research center untuk fokus melakukan pembinaan pada petani. Nanti kita punya kontak layanan,” imbuhnya.

Lanjutnya di Lotim sendiri saat ini sudah terdapat 17 klinik tani, dan akan ditambah 47 klinik tani lagi untuk mempercepat target capaian dari HKTI NTB dibawah kepemimpinan Rumaksi.

“Di Lombok Timur sendiri sudah ada 17 klinik tani, untuk mempercepat capaian nantinya kita akan menambah klinik tani 47 klinik yang akan tersebar di seluruh kecamatan di Lombok Timur,” katanya. (CR-Pin)

BERITA TERKAIT