oleh

DPMPTSP Jamin Iklim Investasi 2021 Sehat, Bapenda Lotim Optimis PAD Tercapai

DPMPTSP Lotim memproyeksi tingkat investasi di Gumi Patuh Karya bergeliat di tahun 2021, ditargetkan 6 sektor memberikan kontribusi signifikan untuk itu. Bapenda Lotim yang dikonfirmasi terkait hal itu terutama langkahnya memproyeksi hal itu untuk mencapai target PAD yang telah ditetapkan, menyatakan akan melakukan 3 langkah intensifikasi pada komponen PAD, serta akan melakukan ekstensifikasi pada beberapa sumber potensial PAD baru.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) memiliki persamaan persepsi terhadap potensi peningkatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2021.

Kedua instansi di lingkup Pemda Lotim itu selaras sikapnya terhadap upaya intensifikasi dan ekstensifikasi komponen dan potensi PAD Lotim, sehingga dapat ditarik kesimpulan optimisme jika neraca PAD Lotim merangkak positif dan selaras dengan pertumbuhan ekonomi, dengan jaminan iklim investasi berjalan sehat.

Kepala DPMPTSP Lotim, Muksin menyatakan berkaca dari capaian investasi di tahun 2020 yang meroket dari target hingga 700 persen, maka itu dijadikan modal untuk merealisasikan target optimal di tahun 2021.

“Capaian kita di 2020 sampai pada 700 persen. Langkah di 2021 kita akan terus lakukan terobosan, sehingga keyakinan kita untuk jualan investasi tetap optimis dengan mengungkap potensi investasi kita yang begitu banyak,” katanya, Kamis, (14/01/2021).

Terangnya, setidaknya terdapat 6 sektor yang potensial untuk dilakukan intensifikasi dan ekstensifikasi untuk terbukanya ruang investasi yang semakin positif di tahun 2021.

“Dalam hal ini tetap investasi listrik, kenapa listrik, karena memang kita masih kekurangan 50 MW, industri dan perdagangan, selanjutnya sektor jasa, utamanya di bidang kesehatan itu dan sangat bagus, selanjutnya sektor perikanan dan kelautan, lalu pertanian dan perkebunan untuk bidang ini yang saat ini menjanjikan porang, vanili dan kapulaga karena tanaman itu komoditas ekspor dan nilai jualnya tinggi,” jelasnya.

Untuk sektor pariwisata pihaknya tetap optimis jika investasi di bidang itu akan bergeliat, sekalipun Pandemi Covid-19 masih terjadi. Keyakinan itu didasarkan dampak positif dari pagelaran MotoGP dan proyek strategis pusat pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di kawasan selatan.

“Sektor pariwisata juga sangat potensial untuk investasi kita, sekalipun masih Pandemi Covid-19, kita berharap sektor ini juga bisa segera bangkit. Dan kita optimis positif, karena momen pendukung itu banyak, seperti Moto GP dan KSPN di kawasan selatan,” imbuhnya.

Berdasarkan uraian positif dari Kepala DPMPTSP Lotim terhadap potensi investasi yang terbuka lebar di tahun 2021, media ini menindaklanjuti ke Bapenda Lotim, guna dikonfirmasi tentang proyeksi capaian PAD di tahun ini, terutama terkait intensifikasi dan ekstensifikasi potensi-potensi yang ada.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bapenda Lotim, M. Azlan langsung menanggapi akan hal itu, menurutnya di tahun anggaran 2021, pihaknya dan DPRD Lotim telah menyepakati jika PAD yang dibebankan sejumlah 404 M. Target itu menurutnya cukup rasional dicapai, karena trend realisasi PAD Lotim menigkat dari tahun 2019-2020.

“Capaian PAD kita tahun 2019 targetnya 319 M, realisasinya 91,71 persen, setara dengan 290,2 M. Tahun 2020 target induk kita 319 M, tapi pada APBD-P naik menjadi 340,6 M, dibandingkan dengan capaian PAD 2019, di tahun 2020 capaian PAD kita meningkat, baik dari nominal dan persentase yaitu 93,4 persen setara dengan 322,5 M, cukup signifikan apalagi di tengah Pandemi Covid-19. Untuk tahun anggaran 2021 berdasar kesepakatan kita dengan legislatif, target PAD kita melonjak 404 M,” paparnya ringkas.

Untuk mencapai target itu, diakuinya terdapat beberapa langkah yang akan dilakukan, pertama terkait perubahan regulasi perizinan, dan kerjasama dengan pihak terkait guna intensifikasi 3 komponen PAD dan ekstensifikasi potensi. Dari itu telah diteken kerjasama antara pihaknya dengan instansi terkait dalam hal ini Bank NTB, BPN dan Kejari Lotim.

“Hasil kesepakatan kita, terdapat beberapa regulasi yang harus kita update terkait perizinan kita, sehingga berkolerasi positif terhadap PAD. Untuk dimaklumi bersama, kita punya 3 komponen PAD, yaitu dari pajak daerah, retribusi daerah dan pengelolaan atas kekayaan daerah termasuk juga BLUD. Pastinya kita akan melakukan intensifikasi pada 3 komponen itu,” tuturnya.

Adapun kerjasama dengan pihak terkait, dalam rangka intensifikasi komponen PAD itu dijelaskan secara detail oleh Azlan, seperti pengurangan transaksi tunai, sehingga dilakukan kerjasama dengan pihak perbankan.

“Di Bapenda kita akan melakukan pengurangan transaksi yang sifatnya tunai. Untuk pajak hotel dan restauran kita sudah MoU dengan Bank NTB, kita telah luncurkan smart tax, nanti pengelola akan diberikan aplikasi pembayaran pajak,” cetusnya.

Kemudian untuk mengindari permainan harga jual tanah, diakuinya telah diteken kerjasama dengan BPN, untuk menetapkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Kita kerjasam dengan BPN untuk menentukan BPHTB, itu dilakukan untuk menghindari permainan harga. Kita sudah MoU dengan BPN untuk house to house zona nilai tanah. Jadi setiap transaksi tanah harus sesuai pada zona nilai tanah yang telah ditetapkan oleh BPN, peralatannya sudah ada 200 juta tahun ini, berdasarkan saran dari KPK,” ungkapnya.

Langkah intensifikasi terakhir yang akan dilakukan adalah dengan menggandeng Kejari Lotim, utamanya dalam penagihan pungutan dan penindakan piutang pajak daerah, karena diakuinya selama ini penagihan dan penindakan sangat minim dilakukan yang mengakibatkan realisasi target PAD tidak optimal.

“Ketiga kemarin kita sudah kerjasama dengan kejaksaan, salah satu penghambat dari optimalisasi pungutan pajak adalah kurangnya penagihan kita terhadap piutang pajak, karena kita tidak pernah melakukan penindakan dengan mengutamakan pendekatan persuasif, baru kemudian refresif jika tidak diindahkan. Karena pembangunan membutuhkan pembiayaan,” tegasnya.

Terobosan lain untuk merealisasikan target PAD pada tahun ini yang akan dilakukan oleh Bapenda Lotim adalah ekstensifikasi sumber PAD baru potensial, seperti selisih harga voucher internet program Desa Pintar dari Diskominfo, penerapan model baru pengelolaan parkir oleh Dinas Perhubungan dan maksimalisasi retribusi daerah dari pengelolaan destinasi wisata baru oleh Dinas Pariwisata Lotim.

“Kita juga lakukan ekstensifikasi, contoh peluang kita di program desa pintar yaitu lombok net, jika itu berjalan baik, kita akan mendapat kontribusi Rp. 2000/voucher. Dengan asumsi total pengguna internet di Lombok Timur 1 juta orang. Di tahap pertama kita targetkan 350 ribu orang, dikali Rp. 2000 hasilnya Rp. 700 juta/bulan dikali 12 maka itu adalah potensi baru PAD kita. Potensi lain juga seperti parkir yang tengah ditata Dishub, kemudian banyak destinasi baru wisata yang digalakkan oleh Dinas Pariwisata mudahan itu memberi kontribusi. Intinya kita optimis PAD 2021 tercapai,” pungkasnya. (Cr-Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT