oleh

DPK Lotim Gelar Lomba Bercerita, Bertutur Tingkat SD Sederajat Tingkat Kabupaten

Pada hari Rabu sampai Kamis tanggal 11-12 November 2020 telah dilaksanakan kegiatan Lomba Bercerita/Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Lombok Timur oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kegiatan ini merupakan salah satu program DPK Lombok Timur dalam meningkatkan minat baca masyarakat khususnya bagi anak-anak usia pelajar sekolah dasar sederajat. Cerita yang dibawakan bertemakan cerita rakyat Lombok.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur, H. Marwan, S.Pd.,S.Sos dalam pembukaannya menyatakan jika lomba bercerita atau bertutur ini kegiatan rutinitas tiap tahun DPK Lotim sebagai salah satu cara untuk membudayakan gemar membaca sejak masa anak-anak.

Melalui lomba bercerita anak-anak dilatih daya imajinasi dan kreativitasnya. Mereka akan menceritakan kembali dari buku yang sudah dibaca. Mengapa cerita rakyat temanya dikarenakan banyak pesan moral yang bisa kita petik dan hal-hal baik seperti ini perlu ditanamkan kepada anak untuk membentuk karakter yang berbudi pekerti luhur.

Tahun ini meski dalam masa Pandemi Covid-19 namun tetap dapat diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan. Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan DPK Lombok Timur, Lalu Nadi Abidin Ali, SP.,MM yang mengatakan jika melalui bercerita dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak, apalagi sumbernya dari buku-buku bacaan yang ada di perpustakaan sekolah maupun di perpustakaan umum kabupaten.

Selain itu anak juga dilatih mentalnya untuk berani tampil di depan banyak orang. Nadi juga menambahkan jika juara 1 tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Lombok Timur ke tingkat provinsi dan jika juara kembali akan lanjut ke nasional.

Pembukaan lomba bercerita atau bertutur ini juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba kearsipan tingkat kelurahan se-Kabupaten Lombok Timur. Di mana Kelurahan Pancor menjadi juaranya disusul Kelurahan Geres dan Kelayu Selatan sebagai juara dua dan tiga.

Kepala DPK Lotim berpesan agar para lurah memperhatikan pengelolaan arsip di masing-masing instansinya. Keberadaan arsip tidak bisa dipandang remeh lagi, sebab arsip merupakan bukti otentik dan suatu organisasi yang sangat penting dalam pengambilan keputusan maupun perencanaan kegiatan kedepannya sekaligus akuntabilitas dan transparansi dalam bekerja.

Apalagi belum lama ini telah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Kearsipan di Lombok Timur sebagai regulasi penyelenggaraan kearsipan. Selain itu Bapak Kadis DPK Lotim juga berharap perpustakaan kelurahan pun turut dimajukan sebagai salah satu wahana pendidikan sepanjang hayat masyarakat.

Pasca penyerahan hadiah lomba kearsipan, langsung dihelat lomba bercerita yang diikuti oleh total 40 orang peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Lombok Timur yang terbagi dalam 2 hari kegiatan.

Lomba berlangsung lancar dan para peserta telah menampilkan kemampuan terbaiknya masing-masing. Selalu ada kejadian lucu di setiap kegiatan lomba bercerita ini seperti tahun-tahun sebelumnya, terkadang ada peserta yang diam seribu bahasa di atas panggung karena gugupnya. Juga ada yang lupa alur cerita yang mau dibawakan sehingga turun panggung lebih cepat dari durasi yang ditentukan.

Namun tak sedikit peserta yang menampilkan cerita dengan apik didukung berbagai properti dan kostum yang disesuaikan dengan ceritanya, bahkan membuat juri berdecak kagum karena kemampuannya.

Inilah dunia anak-anak yang penuh imajinasi dan kreativitas. Berani tampil di atas panggung dan ditonton oleh banyak orang sudah menjadi hal yang luar biasa, ujar Abdul Hakim, S.Pd salah seorang juri dari Kampung Dongeng Lombok Timur.

Dari durasi maksimal 15 menit penampilan peserta kemudian dilanjutkan tanya jawab dan motivasi 5 menit oleh juri. Ini dimaksudkan juga untuk mengetahui bagaimana minat baca anak serta menggali kepribadian anak.

Lomba kali ini dinilai oleh tim juri dari berbagai unsur seperti pustakawan, pendongeng, pantomim dan pegiat literasi. Dari evaluasi panitia, kegiatan berjalan lancar dan tingginya animo sekolah untuk berpartisipasi meski di masa pandemi. (Cr-Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT