oleh

DPK Lotim Fasilitasi Layanan Ramah Anak

Keberadaan perpustakaan khususnya perpustakaan umum masih belum banyak diketahui fungsinya oleh masyarakat. Pandangan masyarakat tentang perpustakaan masih sebatas tempat pinjam dan baca buku saja. Namun hal ini berusaha ditepis oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Sejak tahun 2018 DPK Lotim sudah memiliki ruangan khusus bagi pengunjung anak-anak tepat didekat akses naik ke ruang baca umum. Ruang baca anak ini dihajatkan bagi pengunjung anak-anak dari TK/PAUD hingga SD sederajat. Selain itu juga bagi para orang tua yang datang ke perpustakaan bersama putra-putrinya pun bisa memanfaatkan layanan ini.

Anak beraktifitas di ruang baca anak sedangkan orangtua pun bisa mendampingi atau menikmati sarana di ruang baca umum di lantai dua. DPK Lotim memberi atensi kepada anak-anak karena tingkat kunjungan anak termasuk tinggi di DPK Lotim.

Selain itu usia anak-anak masa TK/PAUD ini bisa dikatakan sebagai masa keemasan (golden period) di mana mereka tumbuh kembang dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Sehingga sangat perlu diperkenalkan dengan buku bacaan dan perpustakaan sedari dini. Apalagi di mana pandemi ini, kondisi anak-anak pelajar cukup memprihatinkan karena tidak maksimal dalam belajar dari rumah.

Seperti pada hari Senin, 24 Agustus 2020. Rombongan dari Rumah Bimbel dan Kursus Armina Pancor datang berkunjung. Rombongan ini dipimpin langsung oleh Ibu Maina Armina selaku pendiri rumah bimbel ini.

“Kunjungan ini termasuk dalam program rutin. Setiap sebulan sekali biasanya kami berkunjung ke tempat-tempat tertentu untuk belajar secara outdor. Bulan lalu sudah kami berkunjung ke Perpustakaan Masjid At-Taqwa Pancor, nah sekarang giliran ke DPK Lotim,” jelas Ibu Maina.

Terlihat, sebanyak 11 orang anak berkesempatan datang di DPK Lotim, ada yang sudah pernah datang dan tak sedikit pula pertama kali datang ke Perpustakaan Daerah Lotim, sebagian besar adalah siswa-siswi kelas 1 dari sekolah dasar di seputaran Pancor.

Pada kesempatan ini, dirangkaikan dengan perayaaan ulang tahun dari salah satu siswa bimbel armina ini yang disertai dengan acara tiup lilin dan potong kue bersama. Sebelum acara tiup lilin, anak-anak mendengarkan storytelling (cerita) dari Pustakawan, Andrea Ardi Ananda.

Andrea bercerita tentang Burung-burung di Hutan yang diambil dari Buku Cerita yang ada di Ruang Baca Anak. “Dengan mengemas cerita dengan menarik dan mengundang rasa ingintahu dari anak, maka diharapkan anak dapat tertarik mencari tahu sendiri kelanjutan cerita yang sudah kita ceritakan melalui buku-buku yang tersedia,” terang Andrea

“Melalui buku anak dapat berimajinasi dan berkreativitas melalui gambar, mewarnai ataupun menyusun puzzle dan bahkan bisa kita latih menceritakan kembali cerita yang sudah didengarkan tadi ataupun yang sudah dibaca dari buku,” ulasnya.

Ibu Armina menjelaskan jika fasilitas di ruang baca anak DPK Lotim sudah cukup memuaskan karena anak-anak bisa bermain sambil belajar.

“Sarana permainan dan buku yang ada dapat membangun saraf motorik dan sensorik anak. Selain itu kepercayaan diri anak juga bisa terlatih karena biasanya anak kalau ke tempat baru dan bertemu orang-orang yang baru dikenal suka malu-malu sehingga ketika ke DPK Lotim bersama teman-teman lainnya mereka juga belajar bersosialisasi,” ucapnya.

Ibu Armina berharap kedepannya fasilitas di DPK Lotim terus ditingkatkan dan lembaganya akan dengan senang hati menjadwalkan secara rutin berkunjung untuk belajar outdor di Perpustakaan Daerah.

“Saya berharap di sini fasilitas semakin ditingkatkan, tidak hanya di dalam ruangan, tetapi anak-anak juga dapat bermain dengan alam sekitar karena DPK Lotim juga sudah menyiapkan taman bermain terbuka lengkap dengan sarana bermainnya,” tuturnya

Hal ini sesuai dengan fungsi perpustakaan, tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan tetapi juga berfungsi sebagai sarana rekreasi. Perpustakaan Daerah menaruh atensi terhadap tumbuh kembang anak agar mendukung layanan yang ramah anak. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang.

Apalagi menurut data SIMFONI PPA (mengutip situs kemenpppa.go.id), pada 1 Januari-19 Juni 2020 telah terjadi 3.087 kasus kekerasan terhadap anak. Angka ini tergolong tinggi sehingga menciptakan layanan ramah anak dirasa sangat perlu, hal nyata ini sudah dibuktikan dengan Layanan Ruang Baca Anak di DPK Lotim yang bisa menampung hingga 30 orang anak.

Tersedia berbagai koleksi buku bacaan anak, permainan edukasi dan juga pendampingan dari petugas bagi adik-adik kita yang belum bisa membaca dengan mengenalkan huruf dan angka.

“Para orang tua tidak perlu bingung lagi mencari tempat rekreasi yang seru bagi buah hatinya karena perpustakaan adalah sahabat pintar keluarga Indonesia,” tutup Andrea (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT