oleh

DPK Lotim Beri Bantuan Komputer dan Pelatihan Bagi 3 Desa Mitra

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur telah mengadakan kegiatan Pembinaan Strategi Pengembangan Perpustakaan (SPP) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta perwakilan dari 3 desa replikasi yaitu Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur, Desa Kumbang Kecamatan Masbagik, dan Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru. Pada kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan komputer masing-masing desa menerima 2 unit komputer untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan desa.

Penyerahan dilakukan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur, H. Marwan, S.Pd.,S.Sos kepada 3 orang Kepala Desa di Aula DPK Lotim. Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi kegiatan Kadis DPK Lotim menyatakan jika bantuan komputer ini diharapkan digunakan secara maksimal untuk pelayanan perpustakaan desa.

“Masyarakat dapat memanfaatkan komputer di perpusdes untuk belajar mengetik ataupun internet dalam rangka memenuhi kebutuhan akan akses informasi yang cepat dan gratis. Dengan demikian, perpustakaan desa tidak hanya menyediakan informasi dari buku saja namun juga ada komputer dan internet sebagai penunjangnya,” katanya.

Mengingat era teknologi saat ini perpustakaan desa pun sudah semestinya dilengkapi dengan sarana TIK. Selain itu diharapkan sarana bantuan komputer tersebut tidak dialihfungsikan peruntukannya. Harus digunakan untuk layanan perpusdes bukan untuk kepentingan pribadi atau lainnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan (PP), Lalu Nadi Abidin Ali, SP.,MM selaku Ketua Panitia kegiatan menyatakan, “Pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka membekali pengelola perpustakaan desa untuk mengembangkan ketrampilan dan wawasannya dalam mengelola perpustakaan terutama yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Selain itu pengelola perpusdes juga dibekali kemampuan melakukan advokasi agar bisa melakukan lobi, promosi, dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak yang bisa mendukung pengembangan perpustakaan desanya. Pengelola perpusdes saat ini harus kreatif dan inovatif, bukan sekedar menata dan menjaga buku saja tetapi juga bisa memfasilitasi masyarakat melalui kegiatan pelatihan atau bimbingan belajar sesuai kebutuhan masyarakatnya.

Sehingga layanan perpustakaan desa bisa menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih sejahtera,” sambungnya lagi.

Lalu Nadi juga menerangkan jika program serupa akan tetap dilaksanakan tahun depan dengan menyasar 3 desa mitra baru.

“Mereka akan diberi bantuan komputer serta pelatihan peningkatan kapasitas bagi bagi pengelola perpusdes. Selain itu juga akan ada pendampingan dari fasilitator DPK Lotim untuk memantau implementasi program di setiap desa apakah sudah atau belum dilaksanakan,” ucapnya.

Kegiatan Pembinaan Pengelola Perpusdes melalui SPP TIK ini diisi dengan materi standar Perpustakaan Nasional RI terkait Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang merupakan pengembangan lanjutan dari program perpuseru.

Di mana Bill & Mellinda Gates Foundation dan Coca Cola Foundation Indonesia yang menginisiasi program perpuseru tersebut sejak tahun 2011 silam. Kegiatan pembinaan SPP TIK ini dikemas dengan metode pembelajaran orang dewasa serta lebih kepada diskusi serta presentasi kelompok.

Melalui metode ini peserta terlibat aktif dalam kegiatan dan mampu mencari solusi dari permasalahan dan kebutuhan dari masing-masing perpusdes. Inti dari materi yang disampaikan ini yaitu 3 strategi program yaitu pertama peningkatan akses layanan informasi melalui bahan pustaka, komputer, dan internet, kedua pelibatan masyarakat, dan ketiga advokasi.

Melalui 3 strategi ini diharapkan dapat mewujudkan perpustakaan sebagai pusat belajar dan kegiatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Output selanjutnya yaitu matrik rencana kerja dari masing-masing perpustakaan desa yang akan diimplementasikan pasca kegiatan.

Para peserta kegiatan menyatakan senang dan antusias atas kegiatan ini mengingat pembekalan seperti ini sangat dibutuhkan para pengelola perpusdes dalam rangka meningkatkan kompetensi diri dalam mengelola perpusdes. Apalagi dengan metode yang menarik dari para pemateri dan ada hadiah juga bagi peserta teraktif di kelas. Salah seorang peserta dari Pemongkong, Lalu Juprianto yang juga menjabat Kaur Umum di Kantor Desa menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi selama ini perpustakaan identik dengan buku dan baca saja.

Tetapi dari kegiatan ini membuka cara pandang baru bahwa perpustakaan lebih dari itu, perpustakaan juga bisa memfasilitasi potensi desa. Oleh karena itu beliau dan pengelola perpusdes telah berencana mengadakan pelatihan komputer dan internet bagi siswa SMP dan SMA di sana serta mempromosikan olahan keripik kepiting melalui layanan perpustakaan desa. (*)

BERITA TERKAIT