oleh

DLHK Lotim Tetapkan Masterplan dan DED, untuk Ciptakan Kota Selong Beriman menuju ASA

Dinas LHK Lotim akan bekerja keras di 2021 untuk menyiapkan masterplan dan DED guna penataan Kota Selong, ditargetkan di tahun 2022 dapat dikerjakan. Semua itu dicanangkan untuk meraih kembali penghargaan Adipura yang menjadi harapan pimpinan daerah, adapun motto ikhtiar DLHK Lotim untuk menata Kota Selong adalah Bersih, Rapi, Indah dan Nyaman (Beriman) menuju kehidupan yang Adil Sejahtera dan Aman (ASA).

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lombok Timur (Lotim) menargetkan capaian prestisius jika di tahun 2022 Lotim, khususnya Kota Selong ditargetkan kembali meraih penghargaan Adipura.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan RTH, DLHK Lotim, Makrifatullah di sela kesibukannya saat dijumpai oleh media ini di ruang kerjanya, Selasa (12/01/2021).

Untuk mencapai target Adipura di tahun 2022, Makrifatullah mengakui pihaknya telah memiliki masterplan dan Detail Engineering Design (DED) untuk penataan Kota Selong, selain komunikasi yang intensif dengan stakeholder terkait, utamanya legislatif untuk kepentingan alokasi anggaran.

“Terkait dengan perencanaan tata kota 2022, kita harus berbenah sejak 2021. Kami sudah berkomunikasi dengan DPRD Lotim untuk membantu kami dalam anggaran agar apa yang kami design pada masterplan dan DED Kota Selong supaya bisa teralokasikan dan jadi di tahun 2021 ini,” kata Makrifatullah

Dirinya mengakui, pimpinan daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati memiliki visi besar untuk menyabet kembali penghargaan Adipura yang telah diraih pada beberapa tahun silam, dari itu Makrif berharap semua pihak dapat mensukseskan masterplan dan DED yang disiapkan oleh DLHK.

“Kami punya mimpi di DLHK yang sekaligus menjadi mimpi pimpinan kita, Bupati dan Wakil Bupati dan masyarakat Lombok Timur bagaimana cara meraih kembali Adipura, tapi jika tidak dibarengi dengan detail dan inovasi-inovasi pemikiran dari semua pihak, utamanya masyarakat dan media, mustahil Adipura itu bisa kita raih,” ungkapnya.

Lanjutnya menindaklanjuti masterplan dan DED yang akan menjadi proyeksi tata kota di tahun 2022, pihaknya sendiri telah melakukan pengukuran dari pintu gerbang masuk Kota Selong mulai dari Gerbang Gelang hingga ke Tanjung, dan dari Denggen sampai ke Sukamulia, guna membangun infrastruktur pedestarian (pejalan kaki), penataan pohon perindang, dan penataan hutan dan taman kota dengan tetap mengedepankan nilai kearifan lokal.

“Lombok Tengah dan Lombok Barat saja bisa menyajikan budayanya lewat bangunan, kenapa kita Lombok Timur tidak bisa, makanya dari semua pintu gerbang masuk ke Kota Selong kita tampilkan tema budaya kita di konstruksinya. Kemudian kira-kira tanaman apa yang kita tanam, terus kita akan memberikan pelayanan bagi pejalan kaki,” tuturnya.

Atas hal itu, Makrif menegaskan dirinya akan melakukan komunikasi intensif dengan dinas terkait, agar apa yang direncanakan tidak hanya menjadi wacana saja. “Untuk konstruksinya kita komunikasi dengan Dinas PUPR, untuk budayanya kita komunikasi dengan Dinas Pariwisata dan Dikbud,” jelasnya.

Bahkan Makrif sangat optimis akan hal itu, dengan menargetkan masterplan dan DED itu diputuskan penganggarannya di APBD Perubahan, agar di tahun 2022 langsung terealisasi untuk mewujudkan Kota Selong yang Bersih, Rapi, Indah, dan Nyaman (Beriman) menuju masyarakat yang Adil, Sejahtera dan Aman (ASA).

“Kami optimis masterplan dan DED selesai di perubahan, 2022 sudah dikerjakan. Intinya Kota Selong harus Beriman, yaitu Bersih, Rapi, Indah dan Nyaman menuju kehidupan yang ASA, Adil Sejahtera dan Aman,” harapnya. (Cr-Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT