oleh

Dinas Perkim dan KONSEPSI Fasilitasi FGD untuk Hasilkan Basis Data Pengentasan Stunting

banner 300500

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lombok Timur bekerjasama dengan (Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB laksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk pengentasan stunting di Lotim. FGD ini dihadiri oleh perwakilan desa yang menjadi fokus pengentasan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- FGD pengentasan stunting yang dilaksanakan atas kerjasama Dinas Perkim Lotim dan KONSEPSI NTB dilakukan dua tahap. Untuk tahap pertama diikuti oleh 13 desa dari 9 kecamatan yang ada di Lotim.

“FGD ini dilakukan dua tahapan, kenapa kami agendakan dua tahap untuk menyesuaikan dengan standar protokol, di tahap pertama di diikuti oleh tiga belas desa dari sembilan kecamatan,” kata Kadis Perkim Lotim, Ir. Sahri , Senen (27/07/2020).

Terkait urgensi kenapa FGD ini dilakukan, Sahri menuturkan akan dijadikan sebagai pokok dasar dalam implementasi kebijakan terkait penanganan stunting yang menjadi atensi Pemda Lotim di tahun 2021 mendatang.

“Menurut SK Bupati terakhir, ada sekitar seribu dua ratus hektar kawasan kumuh di Lombok Timur, dan untuk penanganan stik kita akan padukan dengan data stunting dan jumlah kawasan kumuh, sehingga dengan FGD ini kita akan dapatkan data yang detail dan riil di lapangan,” cetusnya.

Sahri berharap, FGD yang diadakannya bersama KONSEPSI sebagai mitra dapat menghasilkan data yang refresentatif sebagai basis acuan program pengentasan stunting di Lotim.

“Tentu kita berharap FGD ini dapat menghasilkan basis data yang valid agar kami jadikan pokok acuan dalam pengentasan stunting di Lombok Timur,” pungkasnya. (Cr-Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT