oleh

Dikukuhakan Jadi Ketua MAKN NTB, Ini Langkah Gede Syamsul Rawat Budaya

banner 300500

Pengurus Majlis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Provinsi NTB  yang dikukuhkan diharapakan mampu bersinergi dengan semua lapisan yang ada. Terutama dalam melestarikan budaya leluhur di dalam bingkai NKRI.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.idDewan Pengurus Wilayah (DPW) Majlis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Provinsi NTB yang Diketuai H Lalu Gede Syamsul Mujahidin SE, dikukuhkan oleh Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat (DPP) MAKN, Dr. KPH Eddy Wirabhumi, dari Keraton Surakarta Hadiningrat, di Puri Agung Selaparang, Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Lombok Timur, Sabtu (12/09).

Pengukuhan tersebut dihadiri Pengurus Pusat MAKN dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, seluruh kerajaan dan kedatuan di Pulau Lombok, utusan Raja Bima, Raja Dompu, dan Raja Sumbawa.

Ketua Pengurus Majlis Adat Paer Timuk, Drs. H. L. Gafar Ismail sebagai tuan rumah dalam sambutannya mengatakan bahwa kita ini adalah satu kesatuan sebagai bagian dari entitas yang berada di Indonesia sebagai wujud kebersamaan.

“Sejatinya kita dari budaya yang sama dalam NKRI. Kita bisa diterima di mana saja dengan budaya, karena budaya adalah benteng persatuan,” tandasnya.

Ketua Harian DPP MAKN Dr Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat  (KPH) Eddy Wirabhumi, MM, mengucapkan selamat atas terbentuknya MAKN wilayah NTB. Menurutnya, dalam memajukan organisasi MAKN ini, pengurus harus mampu bersinergi dengan semua lapisan yang ada supaya tunjuan mulia ini tercapai, terutama dalam melestarikan budaya leluhur kita di dalam bingkai NKRI. Paling penting, menjaga persatuan dan mampu menjaga marwah organisasi.

“Selamat bekerja, semoga kita mampu menjadi perekat persatuan dalam bingkai NKRI tercinta,” harapnya.

Dalam pidatonya, Ketua Harian DPW MAKN NTB HL Gede Syamsul Mujahidin, SE, mengaku keberadaan Majlis Adat Kerajaan Nusantara ini sebagai wadah melestarikan budaya leluhur kita yang estetik dan unik sehingga menjadi daya tarik wisata yang dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan ekonomi secara nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disampaing itu, sebagai bentuk edukasi kepada generasi, khususnya generasi milenial yang jika kita tidak memberikan pengetahuan tentang sejarah adat kebudayaan kerajaan di Nusantara, mereka, bisa saja melupakan jatidiri bangsanya sendiri karena tergerus dengan derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.

“Untuk itu, melalui MAKN ini kita masifkan edukasi kepada generasi tentang adat leluhur kita, supaya tidak punah dan tergerus zaman,” tegasnya.

Lanjut, Ketua Pimpus Pemuda NW ini, melestarikan adat budaya kita merupakan bagian cara dalam menjaga peninggalan generasi pendahulu kita, juga bentuk apresiasi kita terhadap perjuangan para pendahulu dan kerajaan dari kerajaan-kerajaan maupun kedatuan-kedatuan yang memperjuangkan kemerdakaan di negara kita ini, serta meneladani sikap pemimpin-pemimpin kita terdahulu.

“Kendati mereka berbeda-beda, namun, mereka sepakat untuk menjadikan Indonesia, negara kesatuan. Kita tidak bisa pungkiri peran besar dari kerajaan-kerajaan di Nusantara dalam mendukung kemerdekaan Republik Indonesia,”pungkasnya. (cr-wenk).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *