oleh

Dijadikan Pilot Project, PDAM Lotim Usulkan Tambahan MBR 100 Persen

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur (Lotim) dijadikan pilot project oleh pemerintah pusat dalam program sambungan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dari itu PDAM Lotim mengusulkan tambahan 100 persen program MBR di 2021 dan akan tetap fokus pada beberapa kecamatan yang rentan alami krisis air.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- PDAM Lotim menjadi salah satu yang terbaik tingkat nasional pada pelaksanaaan program sambungan
MBR dari Pemerintah Pusat pada tahun 2021. Terkait itu, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah melakukan uji petik terhadap program itu, menyambut itu Direktur Utama PDAM Lotim, Bambang Suprayitno optimis jika hasil petik memuaskan, karena Ia mengklaim indikator uji petik telah dilakukan oleh pihaknya.

“Hari ini terakhir uji petik BPKP untuk MBR kita, mudah-mudahan setelah uji petik ini kita dirembes. Alhamdulilah dari konsultan kemarin kita sudah memenuhi target 100 persen dari MBR. Indikator uji petik BPKP Pemasangan dan pelayanan, pun ada kena gilir tapi itu tidak bermasalah karena sudah dapat air,” katanya (23/11/2020).

Bambang melanjutkan, PDAM Lotim sendiri dijadikan pilot project oleh pemerintah pusat dalam program MBR, dari itu ada keleluasaan bagi PDAM Lotim sendiri untuk mengusulkan tambahan MBR di tahun 2021. Sekalipun demikian kata Bambang, pihaknya tetap akan realistis.

“Kemarin sudah ditandatangani berapapun kebutuhan PDAM Lombok Timur pasti akan diberikan oleh pusat, karena kita kemarin yang terbaik sampai dijadikan pilot project. Tapi kita ambil 3000. Tahun 2021 karena jumlah MBR yang kita usulkan 3000 maka kita usulkan dana rembesnya 9 milyar dan kita realistis,” ungkapnya.

Bambang berpesan terkait dana transfer pusat untuk program MBR tahun 2021 yang jumlahnya mencapai 9 milyar tidak diberikan kepada PDAM Lotim, melainkan langsung ke Kas Daerah Pemda Lotim, karena PDAM sendiri ditalangi oleh Pemda dalam melaksanakan program tersebut.

“Pertama surat keluar dari Kemenkeu yang menyatakan Pemda bersedia mengikuti program hibah air minum MBR. Program rembes ini dananya akan masuk ke Kas Daerah, bukan langsung ke PDAM, karena kita ditalangi dulu oleh Pemda,” tuturnya.

Dirinya juga menyatakan jika kriteria untuk mendapatkan tambahan pada program tersebut cukup berat, tapi pihaknya tetap akan bekerja keras untuk itu

“Kriteria dari pemerintah pusat betul-betul lumayan berat, harus pasang sekian, yang menerima sekian, kriteria penerima MBR siapa, tapi kita realistis dan terus berkerja keras,” ucapnya.

Untuk optimalisasi program MBR di tahun 2021, PDAM Lotim akan masih berfokus pada beberapa titik kecamatan yang kerap mengalami krisis air bersih selama ini.

“Kemungkinan tetap di selatan juga seperti di Jerowaru, Keruak, Pringgabaya, Wanasaba dan Sakra,” sebutnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT