oleh

BST Pusat Tak Kunjung Cair, Sekdes Mengkuru: Sejak Awal Kami Tak Dilibatkan

banner 300500

Masyarakat Desa Mengkuru Kecamatan Sakra Barat keluhkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos yang tak kunjung ada kabar (16/05/2020)

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Salah seorang warga Desa Mengkuru Pathul Aripin, menyebutkan bahwa masyarakat saat ini banyak mengeluhkan BST yang akan diberikan langsung oleh Kemensos melalui Kantor Pos, tetapi sampai saat ini belum ada informasi yang jelas.

Di Desa Mengkuru misalnya, data yang dikeluarkan Dinas Sosial Kabupaten Lombok timur sejak April lalu sebanyak 153 KK yang akan mendapatkan bantuan tersebut. Tetapi pencairan tahap pertama kemarin hanya 7 KK yang sudah bisa mencairkan ke Kantor Pos.

Secara umum, khususnya desa-desa  di Kecamatan Sakra Barat juga mengeluhkan hal yang serupa yaitu BST pusat yang tidak merata.

“Tiap desa menyampaikan hal yang sama bahwa  terkait bantuan sosial berupa uang tunai sampai dengan saat ini masih simpang siur,” ungkapnya.

Sementara itu masyarakat menunggu kepastian dari Dinas Sosial terkait bantuan tersebut karena mereka tidak pernah dapat bantuan jenis apapun, sementara masyarakat yang lain sudah mendapatkan baik itu Sembako Provinsi, Sembako Daerah, dan BLT Desa, tambahnya.

Ditempat terpisah Sekretaris Desa Mengkuru, Abdul Muiz, S.Pd., saat ditemui mengaku sejak awal tidak mengetahui maupun dilibatkan tentang pendataan warganya oleh pihak Dinas Sosial. Pihaknya hanya menerima barang jadi dari Dinas Sosial bulan April lalu dan hanya menunggu informasi kapan waktu pencairan atas nama masyarakatnya yang sudah terdata.

“Sejak pencairan tahap pertama, dari 153 KK yang diusulkan hanya 7 KK yang sudah menerima bantuan itu sementara program itu kan akan diberikan pemerintah pusat selama tiga bulan, tetapi ini sudah mau masuk pencairan tahap kedua,” tutur Muiz.

Pemerintah Desa juga membenarkan bahwa nama-nama yang sudah terdata melalui Dinas Sosial sebagian besar belum menerima program bantuan tersebut.

“Bagaimana jika nanti tahap kedua masih simpang siur seperti ini, hawatirnya nanti masyarakat geram dan dinas sosial jadi bulan-bulanan masa,’’ pungkasnya. (Red)