oleh

Bermalam Berselimut Embun di Lembah Sembalun

Sembalun memang mendunia. Tidak ada yang membantahnya. Bermalam di Sembalun menyimpan kesan dan adrenalin sendiri. Tidak cukup dengan bentang alamnya, fasilitas penunjangnya juga. Atau mungkin beragam destinasi agro wisatanya. Terkini telah ada agrowisata baru, “Kebon Kupi Sembalun” namanya.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Alam seakan dinisbatkan Tuhan untuk jujur dan menjadi saksi segala isinya. Panorama Sembalun membuktikan semua itu.

Punggung perbukitan Gunung Rinjani, sejuknya malam, ladang pertanian dan perkebunan, suara burung dan hewan lain dan api unggun wisatawan seolah berbicara dan bersaksi jika Sembalun itu istimewa dan tiada habisnya!

Yaaa Sembalun itu istimewa!
Siapa berani membantahnya?
Jika membantah dalil dan pembandingnya apa?
Mungkin ada. Tapi sukar, jika memaksa itu ada!
Satu ungkapan. Horizon Sembalun fantastis!

Kecamatan di puncak tertinggi Lombok Timur dengan luas 217 KmĀ² ini keren.

Semua komplit. Puluhan penginapan berupa homestay dan hotel dengan corak arsitektur akulturasi tradisional-modern Sasak di tengah areal agrowisata, sungguh luar biasa. Sembalun juaranya!

Kebon Kupi Sembalun

Tidak sebatas itu. Ada lagi destinasi agrowisata baru yang sangat istimewa di lembah Sambalun. Tempat itu adalah “Kebon Kupi Sembalun”.

Bermalam di tempat ini begitu berkesan. Tidak bisa dijelaskan kata, sempurna! Tiupan angin malam yang tersaji dengan hangatnya kopi adalah perpaduan setimpal!

“Kebon Kupi Sembalun ini kita buka awal 2017, jenis kopi yang kami tanam Kopi Arabica dengan jenis Katimur dengan luas areal tanam 2 hektar,” kata Zaky, selaku pengelola Kebon Kupi Sembalun, Minggu (04/10/2020).

Ternyata, sensasi Kebon Kupi Sembalun yang terletak di lembah Sembalun ini tidak terbatas di sana saja. Adalah tatkala fajar menjelang, disertai gemurai azan Subuh terdengar, menjadi pertanda waktu abadi, untuk kita bangkit dari pembaringan. Dan luarbiasa, embun pagi kala itu berserta kabut putih menutup lembah, seraya menyelimuti. Luarbiasa!

Zaky mengatakan pemandangan yang begitu indah itu, akan dilengkapi juga dengan fasilitas pendukung lain, di mana saat ini dirinya selaku pengelola tengah melakukan pembenahan, agar bisa dinikmati segera oleh masyarakat secara luas.

“Saat ini kami belum buka untuk umum, karena masih ada perbaikan-perbaikan yang masih belum rampung, kalau nanti sudah selesai, kami jamin, pengunjung akan terkesan” imbuhnya.

“Tapi kami sudah targetkan awal tahun depan kami buka. Bulan Januari-lah kami akan buka,” sebutnya lagi.

Menyaksikan tempat ini, dijamin, semua orang yang berfikir waras akan betah. Akan betah!

Kedepan, berdasarkan paparan dari Zaky, Kebon Kupi Sembalun akan fokus pada edukasi budidaya kopi arabica bagi para pengunjungnya.

Poin penting utama yang lain menurut Zaky adalah konsep pemberdayaan bagi petani sekitar yang akan dibarengi dengan konsep agrowisata terintegrasi.

“Kita di sini sudah ada konsep, kita di sini ada petani binaan, luas keseluruhan arealnya 5 hektar dengan populasi 15 ribu. Kita latih mereka dari pembenihan, penanaman, perawatan sampai pasca panen atau pemasaran juga,” tegasnya.

“Selain pemberdayaan petani untuk berkebun kopi, kami juga akan membangun sentra agrowisata kopi yang terintegrasi. Tentu kami tidak ingin menjadi pemain sendirian, semua harus dilibatkan agar ada dampak ekonominya,” ujarnya.

Peta agrowisata yang akan dikembangkan nantinya oleh Kebon Kupi Sembalun adalah klasifikasi zona, dan itu terintegrasi dengan tetap mempertahankan intinya, yaitu edukasi dan pemberdayaan.

“Misal kami akan fokus untuk edukasi budidaya kopi, yang lain misal akan buka camping ground, penginapan dan lainnya,” katanya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT