oleh

Benahi Stunting, Perkim Siapkan 20 M Perbaiki Sanitasi

banner 300500

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Kadis Perkim) Lotim, Ir. Sahri menjabarkan secara ringkas langkah pihaknya dalam upaya pengentasan stunting di Lotim.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Menurutnya dalam pengentasan stunting, yang harus dilakukan pertama kali adalah mengusulkan lokasi berdasarkan fakta lapangan, lalu menghitung kepadatan penduduk, tingkat kekumuhan, dan angka stunting di suatu wilayah

“Yang harus kita lihat dalam mengusulkan lokasi itu adalah fakta lapangan, kepadatan penduduk bagaimana, tingkat kekumuhan penduduk bagaimana, kemudian angka stunting di wilayah tersebut,” kata Sahri (15/07/2020).

Hal yang penting diperhatikan selain itu imbuh Sahri adalah angka kemiskinan dan persyaratan teknis dalam, utamanya dalam pembangunan RTLH untuk penanganan stunting

“Terpenting juga yang harus dihitung adalah tingkat kemiskinan dan persyaratan teknis, hal ini adalah dasar dan arah kita dalam perencanaan program,” imbuhnya.

Tambahnya, banyak program yang telah diprogramkan, tapi akibat dari dampak Covid-19 semua program tersebut realisasinya tertunda.

“Cuma kita terlambat dalam eksekusinya lagi-lagi karena covid,
selain dari pusat juga dananya tersendat, adapun keterlambatan 3-4 bulan ini kita optimis bisa untuk realisasi dan bisa kami selesaikan, November sudah tuntas semua dan Desember kami benahi administrasi dan laporan itu target kami,” ulasnya.

Sambungnya, untuk penanganan stunting, mengenai pendanaan, Lotim tidak mengalami persoalan terkait pendanaan, karena semuanya sudah terealisasi dari pusat.

“Untuk kegiatan sanitasi Alhamdulillah Lombok Timur sama nasibnya dengan Dompu, danaya 100 persen turun. Jujur hari ini KSM cairkan dana dan hari ini kami lakukan kegiatan launching di bagian selatan secara simbolis, artinya keseluruhan di Lombok Timur sudah mulai bergerak” ungkapnya lugas.

Sebagai perbandingan, Sahri memberikan gambaran tentang realisasi titik pengentasan stunting, antara tahun 2019 dan 2020.

“Perlu saya tambahkan terkait sanitasi sebagai perbandingan, di tahun 2019 jumlah titik yang kami tangani itu sebanyak 33 titik dan di tahun 2020 bertambah dua kali lipat,” tuturnya.

Untuk pendanaan perbaikan sanitasi, dirinya mengatakan dana untuk realisasi tersebut berkisar 20 M, namun yang bisa dialokasikan hanya 40 persen.

“Program sanitasi besaran dana berkisar 20 M, tapi berdasarkan ketentuan baru, hanya bisa dicairkan 40 persen saja,” pungkasnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT