oleh

BAPENDA Optimis Target Realisasi PAD Lotim Tercapai

banner 300500

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) optimis jika realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lotim tahun ini bergerak positif dan mencapai target, sekalipun dalam keadaan Pandemi Covid-19. Hal itu tidak terlepas dari langkah strategis yang telah diterapkan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Lotim, M. Azlan, S.E., M.Ak., menegaskan jika berdasarkan capaian saat ini, PAD Lotim dalam tren yang positif untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Capaian PAD kita saat Covid ini, sangat bagus jika dibanding tahun lalu yang tidak Covid. Posisi pada per 31 Agustus, sudah terserap PAD kita 197 M dari target 322 M sebelum perubahan, artinya sudah mencapai 61,25 Persen,” katanya, Kamis (24/09/2020).

Bahkan sambungnya pada saat ini terjadi peningkatan realisasi PAD pada posisi yang sama dengan tahun 2019, “Dengan posisi yang sama pada tahun lalu PAD yang terserap 186 M, itu artinya ada peningkatan kita 11 M saat ini,” imbuhnya.

Berkaitan dengan capaian itu, Azlan menyampaikan, semenjak Ia ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Kepala Bapenda, dirinya bersama jajaran telah melakukan beberapa langkah strategis.

“Kiat yang kita lakukan kita rajin lakukan sosialisasi untuk peningkatan DBH PKB terkait itu kita kerjasama dengan Bapenda Provinsi, kemudian kami di Bapenda setiap hari lakukan monitoring dan evaluasi, seperti MBLB kita langsung pungut di mulut tambang,” terangnya.

Diakui Azlan, saat ini retribusi MBLB mengalami penurunan, tapi itu menurutnya berkorelasi dengan terjadinya penarikan Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh pemerintah pusat, sehingga proyek di daerah tidak berjalan.

“Memang MBLB kita turun sekarang karena proyek-proyek kita berkurang karena DAK daerah ditarik pusat, itu berkorelasi,” sambungnya.

Langkah lain yang dilakukan pihaknya juga adalah menjalin sinergi dengan seluruh Camat di Lotim untuk menggenjot PAD dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), “Kemudian kita koordinasi juga dengan semua Camat bagaimana cara kita merealisasi PBBP2 kita agar meningkat, itu kita lakukan,” paparnya.

Ditanyakan terkait upaya maksimalisasi pihaknya pada sektor-sektor lain yang berpotensi meningkatkan PAD, Azlan menjawab rinci.

“Jadi setiap informasi dari masyarakat, pasti kita respon cepat, seperti contoh ada informasi tentang adanya tambang tidak berizin, maka kami langsung datangi, dan itu langsung berkontribusi, setiap pengangkutan sudah ada DO-nya, itu sudah ada MoU-nya dengan perusahaan. Sejak bulan September saya di sini minimal per hari sudah 200 DO per hari, kalau misalkan 200 dikali 100 maka sudah 20 juta untuk PAD kita,” tuturnya.

Lanjutnya, “kemudian dari tambang perseorangan yang tidak bisa kita kontrol, masyarakat kita yang tinggal di pinggir sungai angkat pasir, diangkut ke luar kabupaten, kita cegat di perbatasan, dari hanya 2 juta sebelumnya, sekarang sudah sampai 5 juta, itu peningkatan untuk PAD kita,” imbuhnya.

Ditanyakan terkait kemungkinan kebijakan peningkatan tarif, Azlan menganggap hal itu tidak perlu dilakukan. Dengan alasan penerapan tarif telah diatur di Perda 20 persen berdasarkan presentasi harga.

“Tidak perlu itu kita rubah Perda, karena tarif itu per value, sudah diatur di sana tarifnya 20 persen. Kalau harga naik tentu pengalinya naik, dan tarifnya akan naik,” tegasnya.

Terkait dengan itu, Azlan menegaskan jika memasuki kwartal ketiga saat ini, pihaknya akan melakukan evaluasi, dan optimis jika target serapan PAD Lotim akan tercapai.

“Ini memasuki triwulan ketiga, nanti kita akan lakukan evaluasi di awal Oktober, dan kita optimis untuk PAD kita, apalagi masih datanya belum masuk semua, ada 10 BLUD kita, yakni Puskemas belum masuk. Kita optimis,” pungkasnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT